Milenianews.com, Jakarta – Banjir bandang melanda wilayah Garut Selatan akibat luapan Sungai Cilauteureun dan Cipalebuh, Minggu (10/10). Pada laporan awal ada dua kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Pameungpeuk dan Cibalong.
Bencana alam tersebut juga membuat sejumlah rumah mengalami kerusakan. Ada juga bangunan sekolah. Menurut Bupati Garut Rudy Gunawan, seribuan orang harus mengungsi akibat banjir ini untuk menghindari ancaman bahaya dari dampak bencana tersebut.
Baca Juga : Banjir Bandang Sapu Belasan Rumah
“Sekarang yang mengungsi itu sekitar sudah hampir seribuan orang,” kata dia di Garut mengutip Antara, Senin (12/10).
Banjir yang melanda Garut Selatan karena hujan deras yang membuat air sungai besar meluap
Mereka yang mengungsi kondisi rumahnya tergenang oleh air dan harus mengungsi. Sementara untuk total kerusakan pemkab Garut masih melakukan pendataan. Sejauh ini tim dari dinas penanggulangan bencana sudah terjun untuk menangani bencana tersebut.
“Jumlah kerusakannya sedang kami hitung karena kejadiannya tadi jam empat subuh, korban tidak ada,” katanya.
Bangunan yang terkena kerusakan lokasinya tidak jauh dari aliran sungai. “Sekolah juga ada yang tergenang air,” katanya.
Baca Juga : Banjir Masamba, 10 Jenazah Evakuasi dari 46 Orang yang Hilang
Hujan deras yang mengguyur wilayah Garut Selatan menyebabkan aliran sungai Cilauteureun dan Cipabeluh meluap. Luapan air tersebut pun tak bisa terhalangi menerjang pemukiman rumah warga. Sampai Senin pagi ini, air banjir masih belum surut.(Rifqi Firdaus)