Uncle Joe, Angkringan dengan Konsep Kekinian

Milenianews.com – Sobat Milenia, Tahukah kalian dengan Outlet Kuliner Angkringan kekinian di Tangerang Selatan? Uncle Joe, adalah sebuah outlet tempat kekinian baru dengan konsep angkringan layaknya tempat makan tradisional di pinggiran Kota Yogyakarta.

Mulai beroperasi sejak Minggu (1/12/2019), outlet kuliner yang berada dekat dengan kampus UIN Syarif Hodayatullah, di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan ini memang sudah terlihat berbeda dari penampilan luarnya.

Dilansir dari Bisnis.com(12/12/2019), Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto, penggagas bisnis ini menerangkan, Uncle Jo adalah proyek percontohan mereka dalam dunia kuliner yang nantinya akan direncakan akan berbentuk waralaba.

“Kalau kita lihat angkringan itu kan pasti bukanya malam, di pinggir jalan. Kadang-kadang tidak nyaman untuk segi tempat. Padahal makanan enak, tapi tempatnya enggak. Makanya kita bikin ide naikin Angkringan ini ke high level,” ujar Johansyah.

Berkapasitas 70 orang, outlet yang memiliki dua lantai dan dilengkapi dengan area terbuka dan lesehan ini memang membidik pasar mahasiswa dan pekerja muda di sekitarnya. Johansyah menerangkan demi mencocokkan dengan kebutuhan pelanggan, Uncle Jo menghadirkan suasana tempat makan dengan suasana yang nyaman.

“Makanan jawa itu kan identiknya bacem, seperti makanannya juga dimasak dengan bumbu bacem. (Disini) disesuaikan selera customer mau dibakar atau digoreng. Kita angkringan ada nasi kucing dan sate, itu signature kita. Overall menu kita mengakomodasi semua, mulai dari roti bakar, indomie,” terang Victor.

Meski Mengusung Konsep Kekinian, Uncle Joe Tetap Terjangkau

Menu yang disajikan tetap beragam, ada sekitar total lebih dari 50 menu. Dan harganya juga tidak jauh beda dengan angkringan pada umumnya. Kisaran harga makanannya juga sangat terjangkau mulai dari Rp3.000 hingga Rp30.000.

“Modal hampir Rp1 miliar, kita sebenarnya ini ke arah waralaba konsep makanan tradisional. Ciputat ini gerai pertama kita, mudah-mudahan ada yang lain. Disini kita bawa rasa makanannya universal. Jadi manisnya tidak terlalu manis, malah cenderung agak pedas,” terang Johansyah.

Baik Johansyah maupun Victor berharap, outlet makanannya  bisa menjadi solusi untuk banyak penikmat kuliner untuk kembali mencintai cita rasa masakan Indonesia, mengingat semakin banyaknya pilihan makanan luar negeri yang masuk ke Indonesia saat ini.

“Lidah kita nggak bisa memang dibohongin. Saya, contohnya, sering ke luar negeri, tapi yang saya cari makanan Indonesia. Cuma sekarang makanan Indonesia semakin terkikis popularitasnya, karena banyaknya outlet makanan luar negeri,” tutup Johansyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *