Milenianews.com, Jakarta – Marchella FP is back. Ia telah menelurkan dua buku, Generasi 90an (2013) dan Generasi 90an: Anak Kemaren Sore (2015). Dua buku itu ibarat mesin waktu yang mengajak pembacanya pada serba-serbi dekade 1990-an.

Di buku ketiga, Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini (NKCTHI) Marchella membuat sebuah lompatan. Bukan masa lalu yang dikuliknya, tapi masa depan.

ADOP

Sebentar, yang dimaksud masa depan di sini bukanlah isi bukunya berisi apa-apa yang bakal jadi tren di generasi 2020-an atau 2030-an. Bukan.

Di buku ini kita bertemu dengan seorang perempuan berusia 27 tahun dan juga seorang ibu. Perempuan di buku itu bernama Awan. Nama itu dipilih karena “awan selalu punya cara untuk menjaga dan menghibur bumi serta isinya,” ujar sang ibu.

Awan lalu menulis surat untuk masa depan. Surat yang ditujukan untuk anaknya. Surat yang berisi “Tentang memori, gagal, tumbuh, patah, bangun, hilang, menunggu, bertahan, berubah, dan semua ketakutan manusia pada umumnya.”

Begitulah NKCTHI dimulai. Di halaman-halaman berikutnya kita bertemu tulisan-tulisan nasihat motivasi disertai ilustrasi indah yang digambar Marchella. Surat-surat itu ditulisnya karena “Ibu takut lupa rasanya muda. Ibu tulis pesan ini untuk kita…”

Konon, buku ini begitu laris manis. Tidak sampai 1 minggu dirilis, buku ini sudah dicetak hingga 11 kali. Dicari di toko buku susah. Yang ingin beli harus pre-order dahulu. Pertanyaannya, bagaimana bisa buku NKCTHI ini begitu diburu orang?

Kuncinya satu, komunitas. Pembaca NKCTHI adalah mereka yang sejak awal telah termotivasi oleh kalimat-kalimat inspirasional dan gambar indah di akun Instagram NKCTHI yang ia kelola. Sejak Februari, Marchella membuat akun yang quotable dan jleb banget buat generasi milenial dan gen Z.

Membangun komunitas adalah hal yang disadari betul Marchella. Sejak buku pertama Generasi 90ansukses berat, Marchella menampung mereka yang mengalami masa kecil tahun 1990-an dalam komunitas yang dibangunnya di media sosial. Ia menggiring mereka mengikuti akun Instagram Generasi 90an untuk terus bernostalgia dengan era itu.

Mungkin ia merasa generasinya maupun generasi di bawahnya kini menjalani hidup seolah tanpa arah dan tujuan. Ia memandang mereka terlalu bergegas. Maka ia menasihati: “Nafas sebentar, apa sih yang dikejar?”, sibuk jadi komentator “Bangun! Buat karyamu, dan biarkan mereka menjalankan tugasnya.” dan lain sebagainya.

Keresahan itu ia tuangkan lewat buku. NKCTHI hasilnya. Buku NKCTHI bisa jadi sahabat yang baik untuk itu. Alhasil, setelah Generasi 90an dan NKCTHI, kita pun terus menanti, apa lagi ya yang akan dilahirkan Marchella di kemudian hari.(AFR)

Sumber berita: Gramedia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here