Starlink Masuk Indonesia, Kominfo: Bukan Untuk Konsumen

Starlink Masuk Indonesia, Kominfo: bukan untuk konsumen

Milenianews.com – Starlink, layanan internet berbasis satelit milik SpaceX Elon Musk mendapat lampu hijau di Indonesia. Tapi, sobat milenia jangan senang dulu, memang layanan ini akan segera dapat beroperasi di tanah air. Akan tetapi, layanan ini hadir bukan untuk penggunaan pribadi atau konsumen melainkan untuk pengguna korporat.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Hak Labuh Satelit Khusus Non Geostationer (NGSO) diberikan eksklusif kepada PT. Telkom Satelit (Telkomsat) sebagai pengguna korporat backhaul dalam penyelenggaraan jaringan tetap tertutup. Ini akan mereka gunakan hanya untuk kebutuhan backhaul Telkom Group.

“Kominfo memberikan Hak Labuh Satelit Khusus Non Geostationer kepada PT. Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sebagai pengguna korporat Backhaul dalam penyelenggaraan jaringan tetap tertutup satelit Starlink. Bukan untuk layanan retail pelanggan akses internet secara langsung oleh starlink.,” kata Menteri Johnny, mengutip dari laman Kominfo (17/6).

Baca Juga : Kemkominfo Membatalkan Lelang Frekuensi 2,3GHz

Lebih lanjut, Johnny menjelaskan Starlink dapat beroperasi melalui Gateway station Telkomsat. “Untuk itu, Telkomsat membangun Gateway Station – Teresterial Component untuk menerima layanan kapasitas satelit dari Starlink.”

Untuk sobat milenia ketahui, Asia Tenggara merupakan sasaran untuk kawasan pengembangan SpaceX selanjutnya. Beberapa waktu lalu, pemerintah Filipina bahkan sudah memberikan izin kepada layanan Starlink. Hal ini juga Elon Musk konfirmasi melalui cuitan di Twitter-nya.

Baca Juga : Dorong Pemanfaatan Metaverse, Kominfo Dukung Penuh Akselerasi Literasi Digital CfDS UGM

Kabar tentang resminya Starlink di Indonesia menyusul setelah Presiden RI Joko Widodo pada Mei lalu bertandang ke markas besar SpaceX di Boca Chica, Amerika Serikat dan bertemu Elon Musk.

Pertemuan tersebut membahas pabrik produksi SpaceX, sekaligus memastikan kehadiran Musk dalam G20 Indonesia pada November mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *