Milenianews.com – Pada Jumat sore, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Qualcomm telah mendekati Intel terkait kemungkinan pengambilalihan. Meski belum ada kepastian, sumber anonim menyebutkan bahwa kesepakatan ini, jika terjadi, akan menandai penurunan besar bagi Intel, yang sebelumnya dikenal sebagai perusahaan chip paling bernilai di dunia.
Intel terkenal dengan teknologi prosesor x86-nya yang selama bertahun-tahun unggul atas chip Arm buatan Qualcomm, terutama di luar sektor ponsel.
Melansir dari The New York Times Selasa (24/9), mereka menambahkan bahwa Qualcomm belum membuat tawaran resmi. Namun rumor ini tetap mengundang perhatian besar di industri teknologi.
Baca juga: Sony Pilih AMD untuk Chip PlayStation 6, Intel Tersingkir!
Jika akuisisi ini terjadi, Qualcomm bisa memperoleh pijakan kuat di pasar prosesor desktop, sektor yang kembali dimasukinya tahun ini melalui strategi PC berbasis AI Microsoft. Ini akan menjadi langkah signifikan setelah Qualcomm mendominasi pasar prosesor mobile selama bertahun-tahun.
Qualcomm coba beli Intel dalam kondisi sulit
Sementara itu, Intel berada di posisi terlemahnya dalam beberapa tahun terakhir. Pada Agustus 2024, perusahaan melaporkan kerugian sebesar USD1,6 miliar dan mengumumkan pemotongan 15 persen dari tenaga kerjanya serta pergeseran strategis besar-besaran.
CEO Intel, Pat Gelsinger, menyatakan bahwa perusahaan akan menghentikan semua pekerjaan yang tidak penting dan berencana memisahkan bisnis manufaktur chipnya, yang selama ini dianggap sebagai kekuatan utamanya dibandingkan kompetitor seperti AMD.
Di sisi lain, Intel juga terpaksa mengandalkan TSMC, produsen chip asal Taiwan, untuk memproduksi chip tercanggihnya karena upaya manufaktur internal mereka belum pulih sepenuhnya. Masalah dalam proses manufaktur 18A mereka juga menambah beban kerugian.
AMD, pesaing utama Intel, sempat mengalami masa-masa sulit namun berhasil bangkit berkat dukungan dari komunitas gamers.
Sebagian besar konsol game utama dalam satu dekade terakhir, kecuali Nintendo Switch, menggunakan chip AMD. Intel kehilangan kesempatan untuk memasuki pasar tersebut dengan PlayStation 6 di masa mendatang.
Baca juga: Tupperware Ajukan Kebangkrutan Setelah Mengalami Penurunan Popularitas dan Keuangan
Kehilangan pangsa pasar dan kepercayaan pelanggan juga menjadi masalah bagi Intel. Dua generasi chip andalannya mengalami kerentanan yang menyebabkan crash, meskipun Intel sudah memperpanjang masa garansi dan merilis pembaruan. Intel juga belum menjadi pemain besar di pasar chip server AI, di mana Nvidia saat ini mendominasi.
Dengan semua tantangan ini, Intel telah dua kali mengubah strategi pengembangan chip laptop mereka untuk bersaing dengan Qualcomm, AMD, dan Apple, yang unggul dalam daya tahan baterai dan grafis terintegrasi. Hasil dari perubahan ini akan diuji ketika chip Lunar Lake terbaru mereka dirilis pada Oktober 2024.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.