Kelangkaan Chip Membuat Harga Ponsel Naik

Kelangkaan Chip Membuat Harga Ponsel Naik

Milenianews.com – Dampak ekonomi dari kelangkaan chip secara global sudah mulai terasa. Kelangkaan chip yang berlangsung selama beberapa bulan sejak tahun 2020, terjadi karena pabrikan ponsel yang terkendala kenaikan biaya produksi.

Awalnya, kekurangan chip ini paling memengaruhi industri otomotif. Sehingga menyebabkan penutupan beberapa pabrik produksi di AS dan tempat lain. Hingga beberapa bulan yang lalu, sejumlah pemerintah mengambil langkah untuk merangsang produksi.

Akan tetapi jelas bahwa langkah ini belum memberikan hasil yang signifikan karena pabrikan chip terus bergulat dengan meningkatnya permintaan.

Baca Juga : Chipset A12Z Bionic Apple Akan Jadi Pesaing Intel dan AMD

Sekarang nampaknya para pembuat ponsel pun secara bertahap merasakan dampak dari kelangkaan ini. Sehingga kemungkinan besar akan menaikan harga smartphone mereka karena biaya produksi yang terus meningkat.

Dilansir dari Reuters (30/3), presiden Xiaomi Wang Xiang menyiratkan bahwa dalam beberapa kasus harga produk Xiaomi mungkin mengalami kenaikan karena kelangkaan ini. Perusahaan bergulat dengan kenaikan biaya produksi karena kekurangan semikonduktor yang dibutuhkan untuk ponsel.

Xiang juga menekankan jika ada kenaikan harga, Xiaomi akan berusaha menawarkan harga yang kompetitif. Perusahaan akan mencari cara untuk mengoptimalkan proses produksi.

“Kami akan terus mengoptimalkan biaya hardware kami, itu pasti,” ujarnya dalam acara paparan kinerja keuangan kuartal IV-2020 perusahaan, mengutip dari Reuters pada Sabtu (27/3/2021).

Baca Juga : Xiaomi Tak Sertakan Charger Pada Paket Penjualan Ponselnya pada Mi 11

Beberapa pabrikan chip sendiri telah mengumumkan rencana untuk perluasan kapasitas. Namun dampaknya pada pasokan chip global mungkin baru akan terlihat setelah dua tahun berjalan. Hal ini karena proses rumit dan kompleks dalam proses produksinya.

Akan tetapi secara umum, pabrikan chip telah berjuang untuk memenuhi kekurangan pasokan dari berbagai pelanggan di seluruh spektrum. Beberapa pengamat industri telah memperkirakan kekurangan global saat ini dapat berlanjut hingga akhir tahun, dengan dampak inflasi yang menyertai konsumen. (Latif)

Respon (8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *