Ilmuwan UCLA Kembangkan Sarung Tangan Penerjemah Bahasa Isyarat

Ilmuwan UCLA Kembangkan Sarung Tangan Penerjemah Bahasa Isyarat

Milenianews.com – Peneliti University of California, Los Angeles (UCLA) berhasil mengembangkan sarung tangan yang dapat menerjemahkan bahasa isyarat.

Sarung tangan berteknologi mutakhir dan murah ini mampu menerjemahkan bahasa isyarat menjadi kata-kata tertulis dan lisan di ponsel. Sistem ini bekerja secara real-time dan dapat menafsirkan 660 tanda Bahasa Isyarat Amerika (American Sign Language/ASL) dengan akurasi 98,63%.

Penemuan ini dapat digunakan untuk mengajarkan bahasa isyarat ke lebih banyak orang. Dilansir dari Engadget (6/7), Sarung tangan ini memiliki sensor yang dapat diregangkan berbasis listrik pada seriap jarinya. Sinyal bergerak ke papan sirkuit seukuran koin yang diletakkan di bagian belakang sarung tangan, yang kemudian mentransmisikan sinyal nirkabel ke ponsel.

Aplikasi yang dipasang di ponsel dapat mengonversi menjadi teks secara real-time dengan kecepatan hingga satu kata per detik atau 60 kata per menit. Tim peneliti juga menempatkan sensor perekat pada wajah penguji untuk menangkap ekspresi wajah yang merupakan bagian dari ASL.

Baca Juga : Harley-Davidson Gunakan Teknologi Gyroscope Untuk Bantu Stabilisasi

Konsep ini bukanlah hal baru, tetapi sarung tangan purwarupa UCLA lebih nyaman dan tidak setebal desain sarung tangan sejenis. Lebih baik lagi, suku cadangnya hanya berharga sekitar USD50 (Rp726 ribu) dan bisa jauh lebih murah lagi jika diproduksi dengan skala besar.

Sarung tangan ini memang masih berupa purwarupa. Terjemahan nya juga masih lambat serta harus memahami lebih banyak tanda isyarat agar lebih dapat diandalkan. Namun setelah beberapa tahun pengembangan, perangkat ini memungkinkan orang tuli untuk berkomunikasi lebih mudah.

“Harapan kami adalah sarung tangan ini membuka cara lebih mudah bagi orang-orang yang menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi secara langsung. Kami juga berharap ini dapat membantu lebih banyak orang belajar bahasa isyarat sendiri,” kata asisten profesor di UCLA, Jun Chen.

Baca Juga : Peneliti Jepang Kembangkan Alat Deteksi Corona dalam 10 Menit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *