CfDS UGM Hadirkan Kelas Kecerdasan Digital untuk Dukung Akselerasi Talenta Digital Indonesia

CfDS UGM Hadirkan Kelas Kecerdasan Digital untuk Dukung Akselerasi Talenta Digital Indonesia

Semuel Abrijani Pangerapan menyoroti bagaimana literasi digital adalah kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh semua kalangan, agar dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan produktivitas sehari-hari. Ia menyebut, idak boleh ada yang ditinggalkan dalam proses bersama mendukung Indonesia makin cakap digital.

Wawan Mas’udi melalui sambutannya pun turut menambahkan bagaimana peranan UGM sebagai lembaga pendidikan dalam meningkatkan literasi dan kecakapan digital civitas akademika dengan menyediakan berbagai pilihan mata kuliah penunjang keterampilan digital, fasilitas pembelajaran seperti Mata Kuliah Kecerdasan Digital.

“Transformasi digital tidak hanya bermakna dalam arti kita menggunakan tools digital saja, tapi kita perlu juga untuk memiliki digital mindset yang dapat kian mendukung penggunaan teknologi tersebut,” ujar Wawan. 

Melalui sudut pandang dari ranah pemerintah, Rizki Ameliah memaparkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan oleh Kominfo untuk mendukung pengembangan talenta digital.

“Untuk mendukung perkembangan talenta digital Indonesia, kita perlu literasi digital. Kita di Indonesia punya 77% pengguna internet aktif, pengguna media sosial 60,4%, dan rata-rata screen time 6 jam 37 menit/hari. Kominfo tidak bisa berjalan sendiri untuk menumbuhkan talenta digital menyeluruh di Indonesia. Faktor yang turut disoroti Kominfo untuk meningkatkan daya saing digital Indonesia di sini adalah dalam hal infrastruktur digital, pemerintah digital, ekonomi digital, dan masyarakat yaitu SDM digital,” jelas Rizki.

Selaras dengan Rizki, Agung Tri Nugraha berpendapat mengenai perkembangan peranan agenda akselerasi talenta digital di indonesia.

“Kita menempatkan manusia sebagai center dari transformasi digital itu sendiri. Indeks literasi digital Indonesia masih dalam kategori sedang. Aspek yang perlu dibenahi juga pastinya pemetaan infrastruktur, perlunya akselerasi agar seluruh wilayah di Indonesia menggunakan 4G misal. Akselerasi digital ini turut diwujudkan dengan semakin masifnya institusi dan lembaga pendidikan menyediakan wadahnya, CfDS bersama para mitra juga selalu melakukan upayanya,” papar Agung. 

Muhammad Andriansa selaku perwakilan industri Algorand turut memperkaya isi diskusi dengan menyampaikan peranan industri dalam mendukung daya saing digital masyarakat.

“Tentu saja talenta digital sangat dibutuhkan oleh industri. Potensi yang dimiliki Indonesia sangat besar, tidak hanya sebagai market tapi juga sebagai produser, ini yang kita lihat datanya sekarang. Kita di Algorand sekarang ingin turut beriringan bersama pendidikan formal dan industri untuk membuat program mendukung akselerasi talenta digital. Kolaborasi jadi pilihan saat ini,” terang Andriansa.  

Baca juga : UGM Luncurkan ChatBot untuk Lindungi Kesehatan Mental Mahasiswa

Sebagai anak muda yang turut aktif memanfaatkan teknologi dalam menunjang keseharian dan pekerjaannya, Danang Giri sebagai content creator turut melihat potensi digital yang sangat besar saat ini.

“Media sosial adalah salah satu tools yang bisa digunakan oleh masyarakat. Kita perlu cerdas secara digital untuk dapat memanfaatkan potensi luar biasa yang ada. Pilihan ada di tangan kita, kita harus bisa beyond dengan teknologi itu sendiri,” ujarnya.

CfDS bersama Fisipol UGM berharap dari pelaksanaan kegiatan ini dapat membantu mempercepat akselerasi talenta digital di Indonesia. Menyediakan wadah untuk belajar bagi semua kalangan masyarakat dan mahasiswa di seluruh Indonesia, dengan akses yang lebih mudah. Dukungan dan kolaborasi untuk dapat merealisasikan cita-cita bersama menciptakan masyarakat Indonesia makin cakap digital.  

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *