Milenianews.com, Jakarta – Baidu bersama dengan raksasa teknologi asal China, Huawei resmi menjalin kerja sama dalam membentuk ekosistem masa depan industri otomotif melalui lanskap navigasi, Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), dan teknologi kokpit pintar.
Menurut laporan Arena Ev, dikutip Kamis (25/1) mengabarkan bahwa kolaborasi itu bertujuan untuk meningkatkan navigasi dan pengalaman perjalanan dengan mengintegrasikan fitur-fitur Baidu Maps yang luas ke dalam teknologi kokpit pintar Huawei, yang dinilai akan memengaruhi masa depan kendaraan cerdas.
Daftar fitur Baidu Maps yang hadir di lingkungan Huawei cukup lengkap, antara lain memiliki interaksi suara penuh, navigasi, tampilan informasi navigasi instrumen/tampilan Head-Up (HUD), paket suara navigasi yang dipersonalisasi, navigasi parkir aktual dan konektivitas mobil-ke-mobil.
Baca juga: Huawei Luncurkan Tablet MatePad Pro Setebal 13,2 inci
Baidu Maps juga menghadirkan beberapa fitur menarik, seperti hitungan mundur lampu lalu lintas. Fitur itu tidak jauh berbeda dengan apa yang telah ditawarkan oleh Audi pada mobilnya selama bertahun-tahun. Sebuah perangkat lunak pintar yang terhubung ke lampu lalu lintas dan memungkinkan pengemudi untuk berkendara secara ramah lingkungan.
Kekuatan Baidu yang dapat imbangi Google di China
Sistem Baidu sudah mencakup di 3.000 wilayah di seluruh China. Hal tersebut terus bertambah dengan fitur navigasi parkir aktual yang mencakup jutaan tempat parkir yang ada di China.
Layanan peta itu akan diterapkan pada kendaraan yang dilengkapi dengan kokpit pintar Huawei serta juga pengalaman perusahaan dengan taksi tanpa pengemudi melalui proyek Apollo di Beijing.
Sebagai informasi, Baidu adalah perusahaan mesin pencari internet yang dominan di Tiongkok. Fitur dan layanannya mirip dengan Google, namun fokusnya adalah di Tiongkok, tempat Google menguasai sebagian besar pasar pencarian.
Baca juga: Baidu, Alasan Bing Diblokir Di Cina
Baidu menyensor hasil pencarian dan konten lainnya sesuai dengan peraturan Tiongkok. Seperti kita ketahui, Google diblokir dari daratan Tiongkok oleh Great Firewall negara tersebut. Dengan begitu perusahaan terdaftar di Kepulauan Cayman dan terdaftar di Nasdaq dengan simbol ticker “BIDU”.
Perusahaan ini juga memiliki serangkaian fitur konsumen termasuk peta, berita, video, ensiklopedia, perangkat lunak anti-virus, dan TV internet. Dengan begitu Baidu memperoleh pendapatan dari periklanan dengan sistem yang mirip Google.
Dengan cara Pengiklan menawar kata kunci yang akan memicu tampilan iklan mereka serta dapat membayar untuk penempatan prioritas dalam hasil pencarian.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.