Judul: Dasar-Dasar Studi Al-Qur’an
Penulis: Dr. Saiful Bahri Lc, MA
Penerbit: Halaman Moeka Publishing
Cetakan: 1, 2024
Tebal: 248 hlm
Milenianews.com, Ngobrolin Buku– Al-Qur’an adalah kalam Allah yang menjadi mukjizat Nabi Muhammad SAW, bahkan bagi umatnya yang hidup di berbagai lini masa dan berbagai latar belakang yang berbeda. Al-Qur’an berisi panduan dan pedoman hidup di dunia untuk meraih kebahagiaan dan kemapanan hidup abadi di hari akhir nanti. Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi kaum beriman dan bertakwa (hudan lil muttaqīn), juga merupakan petunjuk bagi segenap manusia (hudan lin nās). Fungsi hudan al-Qur’an akan terealisasi jika setiap Muslim berinteraksi secara baik dan kontinyu dengan al-Qur’an. Interaksi ini mencakup membacanya, memahami isi dan mempelajari hal-hal yang terkait, kemudian mengamalkan kandungannya serta mengajarkannya kepada sesamanya. Ketika al-Qur’an bisa diterima akan menjelma menjadi petunjuk kemanfaatan bagi segenap manusia.
Untuk memahami al-Qur’an dengan baik diperlukan informasi dan kaidah yang benar juga panduan serta kajian yang terstruktur. Buku ini hadir untuk menjawabnya, dengan memberikan wawasan dan informasi dasar yang berkenaan dengan al-Qur’an seperti sejarah penulisan dan kodifikasi, keotentikan al-Qur’an, al-Qur’an sebagai wahyu dan mukjizat dan hal-hal lain yang terkait.
Buku Dasar-Dasar Studi Al-Qur’an merupakan pengantar yang tepat bagi umat Islam yang bermaksud mempelajari kajian atau studi Al-Qur’an. Studi al-Qur’an dalam khazanah keilmuan Islam dikenal dengan ‘Ulûmul Qur’ân. Dulunya, karya tertua studi al-Qur’an hanya menulis satu sub judul atau tema saja, seperti Nâsikh Mansûkh, Asbab an-Nuzul, dan Makky wa Madaniy. Baru kemudian para ulama dan pemerhati studi Al-Qur’an menulis lebih dari satu tema dalam buku ‘Ulûmul Qur’ân.
Studi tentang al-Qur’an semula tidak menjadi disiplin ilmu secara independen, karena di zaman turunnya al-Qur’an, Nabi Muhammad SAW menjadi sumber dan guru utama. Hal-hal yang musykil dan kurang jelas dengan mudah bisa dikonfirmasi dan dimintakan penjelasannya langsung dari beliau. Demikian halnya, di era sahabat sebagai orang yang berinteraksi langsung dengan turunnya al-Qur’an, menyaksikan dan membersamai tentu mereka sangat memahami konteksnya. Namun, semakin jauh waktu hidup manusia dari zaman turunnya al-Qur’an diperlukan kaidah-kaidah dan kajian mengenai hal tersebut serta diperlukan kaidah-kaidah dan pakem agar mudah memahami konteks di zaman turunnya al-Qur’an; dan di saat yang sama bisa dipahami dengan konteks kekinian di zaman hidupnya seorang pembaca al-Qur’an di era yang benar-benar berbeda.
Kajian ‘Ulūm al-Qur’ān secara umum terbagi menjadi tiga bagian besar.
Pertama, terkait dengan al-Qur’an sebagai wahyu yang diturunkan termasuk sejarah adanya ilmu-ilmu al-Qur’an. Tema bahasannya mencakup wahyu dan otentisitas al-Qur’an serta hal-hal terkait tentang Nuzūlul al-Qur’ān.
Kedua, terkait dengan sejarah mushaf al-Qur’an yang membahas penulisan al-Qur’an dari sejak zaman Nabi Muhammad saw hingga sejarah kodifikasi dan standardisasinya, sampai popular dengan istilah Mushaf Usmani dan Rasm Usmani.
Ketiga, bahasan-bahasan yang terkait dengan ilmu-ilmu al-Qur’an seperti dimensi kemukjizatan al-Qur’an, metodologi penafsiran dan coraknya, kisah-kisah al-Qur’an, nasikh dan mansukh, am dan khas, muhkam dan mutasyabih, lafazh-lafazh redaksi al-Qur’an, ashil dan dakhil dalam tafsir al-Quran, kaidah-kaidah penafsiran, macam-macam sumpah Allah dalam al-Quran, studi permulaan surah (fawātih as-suwar) dan sebagainya.
Kajian tentang Studi Al-Qur’an sangat banyak dan luas. Sebagian pihak mengira bahwa ‘Ulūm al-Qur’ān sudah final dan selesai. Namun, sejatinya kajian tentang ‘Ulūm al-Qur’ān masih sangat perlu dikembangkan dan dilakukan kontekstualisasi.
Tafsir al-Qur’an yang terus berkembang dan terus ada di setiap zaman merupakan pertanda bahwa studi al-Qur’an takkan pernah habis dan berhenti. Karya-karya tafsir al-Qur’an merupakan produk pemahaman dan interaksi penulisnya dengan al-Qur’an. Sedangkan ‘Ulūm al-Qur’ān merupakan perangkat vital untuk bisa lebih efektif dan mendalam ketika seseorang berinteraksi dengan al-Qur’an. Meskipun faktanya buku-buku tentang Studi al-Qur’an sering dikonotasikan “hanya mengulang” informasi-informasi dan wawasan yang sudah ada di buku-buku klasik ‘Ulūm al-Qur’ān. Padahal penulisan kajian ‘Ulūm al-Qur’ān dengan format kekinian sangat diperlukan supaya bisa dijangkau oleh sebanyak mungkin umat Islam.
Buku ini hadir tentunya tidak bisa menjawab semua kebutuhan informasi tentang studi al-Qur’an. Namun, beberapa tema pokok dipilih dan disajikan sebagai dasar-dasar penting dalam memahami tiga kerangka studi al-Qur’an yang pertama terkait dengan wahyu dan turunnya al-Qur’an serta otentisitasnya, kemudian kedua sejarah mushaf al-Qur’an dan yang ketiga terkait dengan konten kaidah-kaidah ilmu al-Qur’an yang pokok.
Tema-tema ini penting bagi pembelajar studi Islam, sehingga para sarjana muslim mengenal al-Qur’an dengan baik dan benar sehingga membuatnya semakin yakin dan beriman kemudian menebarkan keluhuran dan kemuliaan isi dan risalahnya kepada segenap manusia.