Judul: Jejak, Rasa, dan Harapan (Antologi Puisi Siswa Kelas 9 SMP Bina Insani Bogor)
Penulis: Faizzata Chairany Shira dkk
Penerbit: CV. Madrasah Digital Group
Cetakan: I, Februari 2025
Tebal: xvii+89 hlm
Milenianews.com, Ngobrolin Buku– Antologi puisi ini merupakan lembaran Langkah para siswa dalam menapaki masa remaja khususnya ketika berada di bangku SMP.
Buku ini memuat ungkapan emosi siswa kelas 9 SMP Bina Insani Bogor. Di usia yang terhitung masih muda, mereka telah mampu merangkai kata-kata indah yang masuk ke relung hati. Bait demi bait mereka tuliskan dengan begitu tulus seakan mengungkapkan perasaan mereka mengenai cinta, persahabatan, kerinduan, kehilangan dan mimpi-mimpi di masa depan.
Salah satu tema yang ditulis oleh oleh banyak siswa dalam buku antologi adalah persahabatan dengan segala dinamika dan suka dukanya. Contohnya:
“….
Kadang kita berselisih jalan,
Namun selalu berujung di pelukan.
Saling menguatkan, saling menjaga,
Dalam doa, kita titipkan asa.” (Puisi “Persahabatan Sejati”, karya Nayla Asriani Hindarsih)
“…
Sahabat, waktu boleh cepat berlalu
Tapi persahabatan kita akan selalu
Berpautan dari waktu ke waktu
Sampai akhirnya kita bertemu.” (Puisi “Rindu Sahabat”, karya Hanaa Lathifah)
“…
Saat dunia terasa berat dan kelam
Kau hadir memberi semangat
Bersama kita hadapi semua tantangan
Satu jiwa, satu hati, takkan terpisah.” (Puisi “Sahabatku”, karya Rachael Indira Yudha Putri)
Ada pula puisi yang dipersembahkan untuk ayah:
“Ayah, kau adalah tulang punggung bagiku
Kau adalah tempat ku berlindung
Setiap ku menangis kau selalu menenangkan hatiku
Karena kau ayah terbaikku.” (Puisi “Ayah Pahlawanku”, karya Zihan Alya Shivany)
Sebuah puisi romantis berjudul “Jejak Yang Tersisa” ditulis oleh Alishya Sugiri Putri:
“…
Pada bulan yang pudar sinarnya.
Kutitipkan harapan sederhana.
Agar jarak yang kini tebentang.
Segera luluh dalam waktu yang datang.
Dalam diam kupanggil nama-mu
Pada setiap doa yang lirih merindu.
Semoga suatu saat kau kembali.
Menghisai ruang yang kini sepi.
…”
Sebuah puisi cantik tentang keteguhan para pejuang Palestina ditulis oleh Rajendra Utaa Bhisma Yudhistira. Judulnya “Untuk Palestina”:
“…Di balik tembok, cinta tak terkurung,
Kisah keteguhan dalam detak jantung,
Palu dan paku, Bersatu dalam lagu,
Palestina, semangatmu abadi dan padu.”
Sejumlah siswa menulis puisi bertemakan pahlawan. Salah satu di antaranya adalah puisi “Pahlawan Kemerdekaan” karya Arkadia Bramantyo Mashudi:
“…Dalam gelap malam mereka berani
Menggapai mimpi, merdeka dan sejati
dengan nyali besar, takkan pernah mati
Nama mereka abadi dakam hati
Dari Sabang hingga Merauke
Satu suara menggema, perjuangan suci
Setiap tetes darah, setiap jerih payah
Menjadi saksi bagi generasi nanti
…”
“Jejak, Rasa dan Harapan” bukan hanya sekadar kumpulan puisi. Ia adalah cermin yang merefleksikan kehidupan remaja dengan segala dinamikanya. Ia adalah jendela yang membuka pikiran kita pada dunia yang lebih luas, di mana setiap orang memliki cerita dan pengalaman yang patut untuk didengarkan. Ia adalah jejak cinta, Impian dan harapan masa remaja para penulisnya.