Milenianews.com, Bogor—SMP Bina Insani menggelar acara Gema Muharram 1446 H. Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Rasulullah dalam Menyayangi Anak Yatim” itu diadakan di SMP Bina Insani, Bogor, 1-2 Agustus 2024.
“Inti dari Kegiatan Gema Muharam SMP Bina Insani adalah mengajarkan siswa membangun karakter arti empati untuk berbagi, dan kegiatan ini menjadi kegiatan rutin tahunan. Tahun ini merupakan yang ke-26,” kata Kepala SMP Bina Insani, Haposan Andi Citra dalam rilis yang diterima Milenaienws.com, Selasa (6/8/2024).
Ia menambahkan, “Mengapa kegiatan ini menjadi penting? Karena saya yakin kelak mereka menjadi orang orang sukses dan hebat. Nilai ini (empati untuk berbagi) menjadi bagian dari Implementasi pembiasaan di kehidupan mereka. Bagaiman kehadiran mereka lebih bermakna antarsesama,” ujar Haposan yang dalam kata sambutannya membagikan kisah orang sukses yang sering melakukan pembiasaan bersedekah, berinfaq atau berbagi.

Kegiatan Gema Muharram 1446 H merupakan kolaborasi SMP Bina Insani dengan OSIS SMP Bina Insani. Menurut ketua panitia dari pihak OSIS SMP Bina Insani, Keysha Malaeka Putri, rangkaian kegiatannya terdiri dari aneka perlombaan Islami pada hari pertama, serta santunan yatim dan bazar pada hari kedua.
Adapun lomba tersebut terdiri dari lomba dai cilik, adzan, cerdas-cermat, sari tilawah, design poster digital, dan paduan suara religi. Lomba itu diikuti oleh seluruh kelas, dari kelas VII-IX.
Kegiatan pada hari kedua adalah santunan yatim dan bazaar. “Santunan ini diberikan kepada 160 anak yatim. Adapun santunan yang diberikan berupa uang tunai sebesar masing-masing Rp 200.000, kupon belanja makanan senilai Rp 35.000 di arena bazaar, serta goody bag yang berisi buku tulis satu pack, buku gambar, Juz ‘Amma, tempat bekal, botol minum, dan tempat pensil yang berisi pensil, pulen, serutan, penghapus, dan penggaris,” papar Keysha.

Ketua Panitia Gema Muharram 1446 H dari pihak sekolah, Eni Ratna menambahkan, dana yang terkumpul untuk melaksanakan kegiatan Gema Muharram itu mencapai sekitar Rp 60 juta. “Dana tersebut berasal dari keropak harian, donasi orang tua dan uang kegiatan siswa,” kata Eni.
Anak-anak yatim itu berusia 3-15 tahun, atau jenjang TK-SMP. Mereka berasal dari Kelurahan Saremped Wetan (lingkungan Sekolah Bosowa Bina Insani) dan tetangga para guru SMP Bina Insani. “Panitia sengaja mengundang anak-anak yatim yang tinggal di rumah, bukan panti asuhan, karena anak-anak yatim yang tinggal di rumah jarang tersentuh donasi. Melalui kegiatan santunan yatim ini kami ingin menumbuhkan empati siswa kepada yang membutuhkan. Dalam hal ini, ada interaksi antara pemberi dan penerima,” ujarnya.
Acara hari kedua diisi oleh sambutan Kepala Sekolah Haposan Andi Citra yang menekankan pentingnya karakter jujur, gigih, dan tangguh, serta terus berdoa kepada Allah, agar siswa menjadi orang-orang yang sukses di masa depan.
Baca Juga : SMP Bina Insani Persembahkan Extravaganza, Explorasi Budaya Nusantara
Kemudian sambutan Manajer Islamic Studies Ustadz Asep Sumarsana. Ia menegaskan, “Kita harus punya rasa peduli dan rasa empati.”
Adapun tausiyah diberikan oleh Ustadz Subhan Edi SPdI.
Puncak acara adalah santunan yatim, dan ditutup dengan doa.







