Milenianews.com, Jakarta – Memperingati hari guru yang jatuh pada 25 November, Sampoerna Schools System mengadakan workshop manajemen stres untuk kesehatan dan kesejahteraan guru, pada Senin (28/11).
Acara yang dipandu oleh Selphine Jeanita tersebut, merupakan wujud persembahan Sampoerna Schools System untuk membantu kesejahteraan guru. Kesejahteraan tersebut sangat penting agar guru dapat memberikan yang terbaik saat mengajar di kelas.
Wulan Septiandari selaku National Principal of Sampoerna Academy mengungkapkan mengenai pentingnya kesehatan mental guru dengan pengadaan acara-acara wellness di lingkungan sekolah.
“Setiap kegiatan-kegiatan kami akan arahkan anak-anak dan juga guru-guru dalam kegiatan-kegiatan wellness untuk mengeluarkan keletihan dan juga stres mereka, menjadi event yang rutin di sekolah kami. Pada hari guru ini kami mengapresiasi dan menerima setiap kelelahan, keletihan, dan stres selama 3 tahun masa pandemi ini karena masih terus termotivasi dan bersemangat memberikan yang terbaik untuk anak,” ungkap Wulan.
Sejalan dengan ungkapan tersebut, Susilowati menyampaikan bahwa Sampoerna University juga menerapkan kegiatan yang serupa untuk dosen dan juga mahasiswanya.
“Kami melakukan kegiatan bersama mahasiswa yang disebut dengan lingua plaza. Jadi di sana kami membahas hal di luar materi mereka. Mungkin mereka bisa berbincang mengenai film atau isu-isu yang mereka alami,” tuturnya.
Baca Juga: Universitas Nusa Bangsa Gelar Seminar Tentang Riset dan Sinergi
Workshop manajemen stres

Bagia Arif Saputra sebagai pembicara pada workshop ini menyampaikan tentang pentingnya manajemen stres bagi pendidik, sumber stres, tips menghadapi murid saat sedang stres, serta manfaat bermeditasi.
Stres manusiawi, namun bisa dikelola. Karena terbiasa menjadi leader di kelas, biasanya mencoba untuk kuat, namun harus berani untuk bisa jujur dengan keadaan.
Ia menekankan bahwa guru merupakan manusia biasa yang tak luput dari situasi menjengkelkan. Sehingga pikiran stres itu hal yang wajar mereka rasakan.
“Guru kan jadi leader di kelas, biasanya mereka selalu mencoba untuk kuat di depan murid-muridnya. Sebenarnya stres itu manusiawi, guru harus berani untuk bisa jujur dengan keadaan mereka agar stres kemudian bisa di-manage,” kata Bagia.
Baca Juga: Tenaga Pendidik Harus Ikuti Workshop Ini, Agar Tidak Kudet
Selain memberikan materi mengenai manajemen stres, di akhir acara Bagia juga membantu menjadi instruktur meditasi bagi peserta workshop.
Salah satu guru yang menjadi peserta workshop, Lina, menyampaikan kesannya mengikuti meditasi bersama dalam workshop ini.
“Yang paling berkesan ketika di akhir meditasi menyinggung mengenai begitu kuatnya kita sebagai seorang individu. Permasalahan-permasalahan seperti sudah tidak ada artinya lagi karena kita hebat dan kuat. Sekarang menjadi lebih tenang dan merasa mampu untuk melalui semuanya,” terangnya.(Nurul Islamiyah)
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.