Milenianews.com, Jakarta – Kasus bunuh diri yang terjadi di kalangan mahasiswa adalah kasus yang sangat memprihatinkan dalam lingkungan perguruan tinggi.
Beberapa waktu lalu, terjadi lagi kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa. Kasus ini menimpa mahasiswa Universitas Tarumanagara yang ditemukan tewas di kawasan Gedung M Kampus 1, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Jumat (4/10). Motif kasus ini masih belum diketahui dan sedang dalam proses penyelidikan oleh polisi.
Baca juga: Pentingnya Kesehatan Mental bagi Mahasiswa untuk Cegah Depresi hingga Bunuh Diri
Tindakan bunuh diri terjadi bukan tanpa alasan. Tentunya ada alasan dan faktor yang memicunya. Ini bisa berupa perasaan tidak nyaman yang dirasakan oleh korban.
Muhammad Cakra Wiguna (20), mahasiswa prodi Manajemen Universitas BSI Kampus Kramat 98, menyampaikan pendapatnya, “Menurut saya, salah satu faktor pendorong terjadinya kasus bunuh diri pada mahasiswa adalah ketidaknyamanan yang dia rasa selama berada di kampus. Bisa jadi karena salah jurusan, terbebani tugas, dan sebagainya. Bukan hanya itu, kurangnya support system dari orang terdekat dapat sangat berpengaruh bagi kestabilan mental mahasiswa,” tutur Cakra saat diwawancarai di masjid Universitas BSI Kampus Kramat 98 pada Rabu (16/10).
Teman Cakra, Mahfuz Azhari (20), pun turut berpendapat. Menurutnya ada beberapa hal yang sering dialami mahasiswa yang berdampak pada keinginan bunuh diri.
“Salah masuk jurusan dan adanya kasus perundungan merupakan dua hal yang sangat berdampak sehingga terjadilah kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa,” ujar Ari.
Stres yang dialami oleh mahasiswa juga merupakan faktor lain yang menjadi alasan seorang mahasiswa untuk bunuh diri. Dengan adanya stres yang dimiliki tanpa ada seseorang yang memberikan bantuan dan dukungan, maka orang tersebut akan mencari ruang untuk meluapkan rasa stres tersebut. Sayangnya, apabila sudah tidak bisa berpikir jernih, maka hal yang menjadi pilihan adalah suatu tindakan yang tidak wajar, yaitu bunuh diri.
Adila Salsabila Naifa (19), mahasiswi Universitas BSI Kampus Kramat 98 mengungkapkan beberapa faktor bunuh diri di kalangan mahasiswa.
“Faktor pertama adalah dari tingkat stres mahasiswa. Kedua dari lingkungan yang toxic. Dan faktor ketiga dari kurangnya support dari orang-orang terdekat,” ungkap Dila dalam wawancara di ruang kelas 201 Universitas BSI Kampus Kramat 98.
Baca juga: Seringnya Kasus Bunuh Diri di Kalangan Mahasiswa karena Beban Tugas dan Stres
Support system adalah jaringan orang-orang yang saling membantu dan memberikan dukungan, baik secara emosional maupun praktis. Hal ini merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia, terutama dalam menjaga kesehatan mental dan emosional seseorang.
Keberadaan support system dapat berdampak bagi seseorang sebagai penyemangat dalam masa sulit, mengurangi stres dan depresi, meningkatkan rasa kepercayaan diri dan mengurangi perasaan terisolasi.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.