Milenianews.com, Bogor—Sudah lebih satu minggu umat Islam berada di bulan Syawal. Bulan peningkatan segala aktivitas yang baik bagi umat yang telah sukses menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
Menurut guru Islamic Studies SD Bina Insani, Dr. KH. Muhammad Sudrajat M.Pd., paling tidak ada dua keutamaan di bulan Syawal.
Pertama, bulan Syawal adalah bulan untuk mencapai balasan puasa sepanjang tahun. “Bagaimanakah caranya? Caranya dengan melakukan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal,” kata Ustadz Sudrajat, Senin (30/3/2026).
Ia lalu mengutip sebuah hadits Rasulullah SAW dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164).
“Setiap amalan akan Allah balas sepuluh kali lipat. Bila satu bulan Ramadhan kita berpuasa maka nilainya menjadi sepuluh bulan dan bila enam hari kita berpuasa nilainya menjadi enam puluh hari, itu sama dengan dua bulan dan bila disatukan sama dengan dua belas bulan, itu artinya satu tahun,” paparnya.
Baca Juga : Guru SD Bina Insani, Dr. M. Sudrajat Tiap Hari Posting Konten Ramadhan
Kedua, bulan Syawal diidentikkan bulannya saling bersilaturahim dan mengikat tali ukhuwah yang disimbolkan dalam acara “Halal bi halal”. Pada acara itu Allah akan menggugurkan dosa-dosa hamba-Nya karena saling bersalaman dan maaf memaafkan.
“Sungguh indahnya Allah hadirkan bulan Syawal, bulan penuh keberkahan dan ampunan dan bulan penuh kasih sayang antar manusia dan antara hamba-Nya yang beriman,” kata Ustadz Sudrajat.













