News  

Prof. Rokhmin Dahuri: Tiga Alasan Seorang Muslim yang Kaffah Pasti Sukses

Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS. menjadi narasumber Buka Puasa Bersama Keluarga Besar HMI Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang digelar  di Kampus UNJakarta, Sabtu (15/3/2025). (Foto: Dok RD Institute)

Milenianews.com, Jakarta– Guru Besar Kelautan dan Perikanan IPB University yang Dewan Pakar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS. menjadi narasumber Buka Puasa Bersama Keluarga Besar HMI Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang digelar  di Kampus UNJ Jakarta, Sabtu (15/3/2025).

Acara yang mengusung tema “Membangun Identitas Islami di Era Modern” itu dihadiri antara lain  Rektor UNJ, Prof. Dr. Komaruddin, Ketua MWA UNJ, Prof. Nizam, dan Ketua KAHMI UNJ, Dr. Wawan Saepul.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rokhmin Dahuri yang juga Anggota Komisi IV DPR RI dan Dewan Pakar ICMI Pusat menegaskan pentingnya seorang Muslim berpegang teguh pada agamanya secara menyeluruh (kaffah). Menurutnya, Muslim yang kaffah pasti sukses.

“Ada tiga alasan mengapa seorang Muslim yang kaffah pasti   sukses,” kata Prof. Rokhmin.

Pertama, alasan Naqli, penegasan langsung dari Allah sendiri), bahwa Muslim yang beriman dan bertakwa pasti sukses. Yakni,  QS Al-Maidah ayat 3, yang artinya, “… pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”

“Ayat ini menegaskan bahwa  Islam sebagai agama yang sempurna,”  ujar Prof. Rokhmin.

Kedua, QS Ali Imron ayat 19, artinya, “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah ialah Islam.” “Bahwa agama yang diterima di sisi Allah adalah agama Islam,” kata Prof. Rokhmin.

Ketiga, QS Ali Imron ayat 85, yang artinya, “Siapa yang mencari agama selain Islam, sekali-kali (agamanya) tidak akan diterima darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.”

“Barangsiapa yang mengambil agama selain Islam, maka dia ditolak dan merugi,” tegas Prof. Rokhmin.

Untuk bisa menjadi Muslim yang sukses, maka harus menjadi Muslim yang kaffah. Untuk menjadi muslim yang kaffah,  harus berpegang teguh pada pedoman hidup  yang telah Allah gariskan yakni Islam. Pedomannya adalah Al-Qur’an dan Hadits.

Mengapa manusia itu harus berpedoman kepada Al-Qur’an (dan Hadits) untuk menjadi Muslim yang kaffah? “Karena manusia itu ada penciptanya,  dan setiap pencipta manakala menciptakan sesuatu pasti ada manual book (buku petunjuk)-nya,” ujar Prof. Rokhmin.

Baca Juga : Pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon, Prof. Rokhmin Dahuri Ingatkan Pentingnya Pemimpin yang Punya Skill Mumpuni Sekaligus  Iman dan Takwa  yang Kuat

Contoh paling sederhana, kata dia, mie istan. Di bagian belakang kemasannya ada pedoman atau petunjuk cara memasaknya. supaya masakan mie instan tersebut nikmat dimakan, maka cara memasaknya harus sesuai petunjuk yang diberikan oleh produsen mie instan tersebut.

Demikian pula ketika seseorang membeli  kendaraan, maka dia harus menggunakan manual book yang dikeluarkan oleh produsen mobil tersebut. “Jangan membeli mobil A, tapi menggunakan manual book mobil B. Atau memakai manul book merek mobil tersebut tapi setengah-setengah. Itulah penyakit umat Islam saat ini, melaksanakan ajaran Islam tapi setengah-setengah,” tuturnya.

Prof. Rokhmin menegaskan, “Agama Islam adalah adalah pedoman hidup manusia,   pedoman hidup yang dibuat oleh Pencipta kita, pasti berlaku sepanjang masa dan berlaku di dunia manapun.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *