News  

Presiden Argentina Javier Milei Terlibat Insider Dalam Koin Kripto, Rugikan Rp16T

koin kripto presiden argentina

Milenianews.com, Jakarta – Pada 16 Februari kemarin, Kantor Presiden Argentina mengumumkan bahwa Presiden Javier Milei telah memutuskan untuk menyelidiki peluncuran memecoin LIBRA dan keterlibatannya dengan berbagai entitas serta individu dalam koin kripto tersebut.

Keputusan tersebut hadir setelah munculnya kekhawatiran terkait legitimasi proyek tersebut, yang mendorong Milei untuk menghapus unggahan promosinya di media sosial. Investigasi ini akan menentukan apakah ada pelanggaran hukum dalam peluncuran cryptocurrency tersebut.

Baca juga: $Trump Meme Coin: Fakta dan Asal-Usulnya

Pemerintah Argentina bentuk unit Investigasi khusus untuk selidiki koin kripto presiden

Melansir dari NYTIMES, Senin (17/2), dalam pernyataan resminya, Kantor Anti-Korupsi Argentina (OA) akan menyelidiki apakah ada pejabat pemerintah, termasuk Milei, yang terlibat dalam tindakan yang tidak semestinya. Untuk memastikan transparansi, Milei membentuk Unit Investigasi Khusus (UTI) di bawah kepemimpinan pemerintah. Unit ini akan terdiri dari para ahli dalam bidang regulasi cryptocurrency, keuangan, dan anti-pencucian uang.

Sementara itu, Investigasi ini bertujuan mengumpulkan serta menganalisis semua informasi mengenai memecoin LIBRA, perusahaan di baliknya, dan individu yang terlibat. Hasil penyelidikan akan dikirim ke otoritas peradilan untuk menentukan adanya pelanggaran hukum. Kantor Presiden menegaskan bahwa Milei berkomitmen untuk mengungkap fakta dan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab jika terbukti bersalah.

LIBRA memecoin anjlok setelah lonjakan awal

Pada Jumat malam (14/2), Milei sempat mempromosikan token LIBRA di X dengan klaim bahwa proyek ini akan membantu usaha kecil di Argentina. Ia menegaskan bahwa proyek tersebut sepenuhnya dikelola secara swasta dan bahwa dirinya tidak akan mendapat keuntungan pribadi. Nama token ini diduga terkait dengan partai politiknya, La Libertad Avanza, atau pandangan libertariannya.

Namun, kekhawatiran mulai muncul setelah komunitas X mengeluarkan peringatan mengenai risiko penipuan rug pull, di mana pengembang menghilang setelah investor membeli token. Hanya dalam lima jam, Milei menghapus unggahannya, menyatakan bahwa ia tidak mengetahui detail proyek tersebut dan menarik dukungannya setelah mendapatkan informasi lebih lanjut.

Baca juga: Bersiap, Inilah Analisis Aset Kripto Potensial 2025 Selain Bitcoin

Token LIBRA sempat melonjak hingga kapitalisasi pasarnya mencapai $4,5 miliar (sekitar Rp72.8 triliun), tetapi kekhawatiran mengenai keabsahannya memicu aksi jual besar-besaran, menyebabkan harga turun lebih dari 95%. Setelah pernyataan dari Milei dan KIP Protocol, harga kembali naik ke $0,4356 (sekitar Rp7.124), tetapi masih 57% di bawah level tertingginya di $1,03 (sekitar Rp16.678).

Sementara itu, CEO KIP Protocol, Julian Peh, menyatakan bahwa perusahaannya hanya disewa untuk mendistribusikan dana ke bisnis di Argentina dan tidak menciptakan atau mengambil keuntungan dari LIBRA. Namun, ia tidak memberikan rincian tentang pihak lain yang terlibat, yang semakin meningkatkan keraguan terhadap legitimasi proyek ini.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *