Milenianews.com, Bogor – Pembangunan alun-alun Kota Bogor menjadi prioritas pemerintah kota (Pemkot) Bogor pada akhir masa jabatan wali kota Bima Arya dan wakilnya.
Selain pemindahan parkir ke Mall Pasar Kebon Kembang Blok F dan Masjid Raya, Pemkot Bogor juga fokus membangun food center di kawasan Bogor Town Square.
Bima Arya menjelaskan, untuk meredam gejolak di kawasan Alun-alun Kota Bogor, Pemkot memindahkan pedagang kaki lima (PKL) ke Pasar Kebon Kembang Blok F. Sekitar 240 PKL harus direlokasi.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan makan pengunjung, Pemkot akan membangun food center baru di kawasan Alun-alun Kota Bogor.
“Kami berupaya membangun tempat makan di Alun-alun Kota Bogor yang mengantisipasi kebutuhan warga atau pengunjung agar tidak membeli (jajan) dari luar atau dari PKL. Sangat disayangkan jika masyarakat tidak mempunyai kesempatan untuk membeli makanan dan minuman,” ujarnya saat di temui media, Senin (4/9).
Baca juga : Bogor Berlari, Bima Resmikan Tempat Olahraga Baru!
Pembangunan food center yang di sebut Bima ini tidak akan menggunakan anggaran APBD Bogor
Pembangunan food center yang disebut Bima ini tidak akan menggunakan anggaran APBD Bogor tetapi menggunakan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Pada Bulan Juni lalu, Bima menggelar pertemuan dengan beberapa perusahaan swasta di alun-alun kota Bogor. Mereka berdiskusi mengenai kerja sama pembangunan food center yang juga akan di bangun di tempat lain seperti di depan perpustakaan dan di samping kantor Perumda Tirta Pakuan.
“Konsepnya kolaborasi pembangunan berkelanjutan, bukan saja pemberdayan PKL dan penataan wilayah tapi juga ini ada kaitannya dengan pembangunan lingkungan. Ada konsep daur ulang, pemberdayaan pkl, penataan wilayah model kolaborasi yang subtantif,” ujar Bima.
Kebijakan lain yang dilakukan Bima adalah memindahkan tempat parkir dari alun-alun kota Bogor
Hal ini dilakukan untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Dewi Sartika, pihaknya akan memindahkan sebagian lahan parkir ke pusat perbelanjaan Pasar Kebon Kembang Blok F dan basement Masjid Raya Bogor.
Baca juga : Banyak Keluhan, Jalan Suryakencana Kembali Satu Arah ke Jalan Siliwangi
“Saat masuk pasar, pengelolaannya akan dilakukan oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ). Parkir di jalan raya masih diperbolehkan, tetapi hanya sebagian. Nanti diatur di titik mana saja yang diperbolehkan untuk sepeda motor dan mobil agar lebih bersih,” kata Bima.
Ia juga mengatakan, penataan ini juga akan disertai dengan penataan parkir ojek online yang rutin melakukan penjemputan penumpang di Stasiun Bogor.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.