Milenianews.com, Jakarta – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) akan melaksanakan kongres ke-20. Kongres tersebut akan melibatkan seluruh pimpinan IPNU di Indonesia, yang terdata dalam database PP IPNU.
Begitu sakral agenda kongres ini, karena akan melahirkan sosok pemimpin dan pengurus baru, sesuai dalam pedoman ‘kitab suci’ IPNU yang telah disepakati bersama.
Baca Juga : Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Perlu Pelajari 5 Keahlian Ini
Namun, pelaksanaan kongres kali ini terasa ‘ragu’ akan melahirkan pemimpin dan pengurus yang superior. Pasalnya, agenda kongres ke-20 ini, banyak menuai protes. Hal tersebut karena adanya inkonsistensi Pimpinan Pusat dalam menjalankan amanat.
Cep Adi Abdul Rozaq, Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kota Tasikmalaya mengatakan, pelaksanaan kongres kali ini sangat tidak konsisten.
“Sampai saat ini, sudah beberapa kali mengalami pengunduran. Awalnya akan terlaksana pada tanggal 23-26 Juni 2022. Lalu diundur beberapa kali sampai update terakhir ini yakni 12-15 Agustus 2022,” katanya, kepada Milenianews.com, Kamis (21/7).
Ia menjelaskan, pengunduran jadwal tersebut terjadi sampai tiga kali. Awalnya, pada tanggal 11 Januari 2022, beredar surat pemberitahuan kongres yang akan berlangsung pada 23-26 Juni 2022 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
“Tapi muncul surat lagi 15 April, bahwa kongres diundur jadi tanggal 14-17 Juli. Dua bulan kemudian, tepatnya 13 Juni diundur kembali menjadi 4-7 Agustus. Dan terakhir pada tanggal 20 Juli menyatakan, kongres diundur menjadi 12-15 Agutustus 2022 bertempat di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta,” tegasnya.
Adi menyebutkan, kondisi ini terjadi berulang-ulang sampai tempat pelaksanaannya pun berganti. Awalnya akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat, lalu pindah ke Jakarta.
Sementara itu, Naufal Azhar, Bendahara PC IPNU Kota Tasikmalaya menyampaikan, PP IPNU dinilai tak becus dalam mengelola kongres ke-20 ini.
“Hari ini dinyatakan tidak becus dalam mengelola kongres ke-20. Faktanya sudah beberapa kali mengalami pengunduran, dan tidak memberikan penjelasan dan pertimbangan kenapa harus diundur,” kata Naufal.
Bukan tanpa alasan, protes tersebut dilayangkan karena menurut Naufal berdampak cukup besar. Terutama terhadap mobilisasi kader yang akan diberangkatkan ke lokasi kongres.
Baca Juga : Universitas Nusa Mandiri Gelar MLBB Online Tournament untuk Pelajar SMA/SMK/Sederajat
Selain itu, Naufal menilai, panitia kongres tak lebih baik dari rekan-rekan IPNU di wilayahnya, yang rutin menggelar rapat anggota. Ia menyebut, ada yang tak beres dalam kepanitiaan kongres kali ini. Pasalnya, pihak PP, sudah beberapa kali melaksanakan kongres, dan sudah terstruktur dalam manajemen keuangan dan waktu dari agenda-agenda sebelumnya.
“Pimpinan Pusat seharusnya menjadi teladan yang baik untuk pimpinan yang ada dibawahnya. jangan sampai panitia yang ditentukan oleh PP IPNU tidak sesuai apa yang diharapkan oleh kita,” ujar Naufal.(*)
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.