Milenianews.com, Jakarta – Pejuang Palestina di Jenin terus berhadapan dengan pasukan Israel di tengah operasi militer besar-besaran yang menyasar kota dan kamp pengungsi di Tepi Barat. Serangan ini terjadi meskipun ada kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza yang telah berlaku sejak Minggu (19/1) lalu.
Brigade Syuhada al-Aqsa di Jenin melaporkan keterlibatan anggotanya dalam baku tembak sengit dengan pasukan Israel, menggunakan senjata berat dan alat peledak, menurut laporan Al Mayadeen, mengutip dari Republika.co.id.
Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa alat peledak yang digunakan pejuang Palestina berhasil menyerang kendaraan lapis baja pengangkut personel milik Israel di Jenin.
Hal tersebut mengakibatkan sejumlah tentara terluka. Seorang koresponden Al Mayadeen juga melaporkan bahwa militer Israel sedang berusaha mengevakuasi tentara yang cedera dari lokasi ledakan.
Baca juga: BAZNAS dan Wamenlu Bahas Strategi Bantuan untuk Palestina di Tengah Gencatan Senjata
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan pada Selasa (21/1) malam bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jenin meningkat menjadi sembilan orang, dengan sekitar 40 lainnya mengalami luka-luka. Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan tim medisnya mengevakuasi satu korban jiwa dari lingkungan Harat al-Damaj di kamp Jenin, bersama korban luka akibat tembakan langsung.
Di antara mereka yang gugur dalam operasi Israel, sumber medis mengidentifikasi nama-nama seperti Motaz Abu Tabeekh, Raed Abu Saba, Ahmed Shayeb, Ameen Zawayda Salahat, Khalil al-Saadi dan Abdul Wahhab al-Saadi.
Pasukan Israel memperluas serangan mereka di Jenin dengan mengepung sebuah rumah di desa Ta’anak, barat laut kota. Mereka juga melancarkan serangan udara ke wilayah Harat al-Safouri di dalam kamp tersebut. Laporan menunjukkan pasukan Israel membawa bala bantuan tambahan, termasuk buldoser yang menghancurkan infrastruktur dan jalan-jalan utama di Jenin.
Pada Selasa (21/1), pasukan Israel melancarkan operasi besar-besaran ke Jenin dan kampnya, dengan menggunakan buldoser dan drone militer. Serangan drone dilaporkan menghancurkan sebuah kendaraan di dekat Sekolah al-Zahra, sementara helikopter Apache melepaskan tembakan di atas wilayah tersebut.
Selain itu, pasukan Israel menggunakan bom asap untuk menghalangi akses ke kamp Jenin, menyita rumah warga, dan mengubahnya menjadi pos militer di daerah Khalet al-Souha.
Militer Israel juga mem-buldozer jalan di Jabal Abu Thahir, sementara bala bantuan terus mengepung kamp Jenin. Kampanye ini diumumkan oleh pasukan Israel di tengah pernyataan menteri Israel yang mengancam akan meningkatkan eskalasi di seluruh Tepi Barat.
Baca juga: Rakyat Bersuka Cita, Israel Akhirnya Setujui Gencatan Senjata Permanen dengan Palestina
Sejak Senin (20/1), pasukan Israel telah memasang gerbang besi di pintu masuk ke sejumlah kota dan desa di Tepi Barat. Langkah ini memperkuat blokade dan membatasi pergerakan warga Palestina, yang dianggap sebagai bentuk hukuman kolektif.
Selain serangan di Jenin, pasukan Israel juga menyerbu desa Deir Istiya di barat laut Salfit dan kamp pengungsi Shuafat di utara al-Quds yang diduduki, sebagai bagian dari kampanye militer mereka yang meluas di wilayah Palestina.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













