Mochi, Dessert Nikmat Yang Mematikan

Milenianews.com, Jakarta – Mochi, kudapan manis asal Jepang ini ternyata bisa menjadi camilan yang mematikan untuk anak-anak dan orang tua. Mengapa mematikan? Simak penjelasannya.

Mochi merupakan dessert yang terbuat dari tepung beras. Pembuatannya melalui proses mengukus, menghaluskan dan menumbuk tepung sehingga memiliki tekstur yang kenyal. Kue tradisional asal Jepang ini sudah menjadi favorit karena orang-orang bisa menikmatinya dengan berbagai rasa. Tidak hanya di Jepang, saat ini kita juga bisa menemukan mochi di belahan negara mana pun, terutama di Indonesia.

Selain varian rasanya yang berlimpah, orang-orang juga menyukai sensasi saat memakannya. Teksturnya yang kenyal menjadi daya tarik yang tak terpisahkan darinya. Namun, pernahkah terbayangkan kalau mochi merupakan camilan yang berbahaya dan bisa menyebabkan kematian?

Baca juga: Restoran Kastera by Luna Maya : Sajikan Dessert Khas Korea

Melansir dari BBC dan Times of India, media Jepang melaporkan setiap tahunnya sekitar 90 persen orang dilarikan ke rumah sakit setelah tersedak akibat memakan mochi. Kebanyakan dari mereka merupakan orang tua dengan rentang usia 65 tahun.

Kejadian itu terjadi karena lengketnya tekstur kue tersebut yang dapat menyangkut di tenggorokan jika tidak dikunyah dengan baik. Hal tersebut dapat menyebabkan penderitanya susah bernapas dan mati lemas.

Peringatan makan mochi

Meminimalisir insiden tersebut, pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan dan memberikan tata cara memakan mochi. Dalam tata caranya, para orang tua dan anak-anak harus memakan mochi yang sudah terpotong kecil. Hal tersebut agar mengurangi risiko tersedak bagi yang memakannya.

Baca juga: Cemilan Sehat Untuk Temani Para Pejuang Diet

Meskipun begitu, kasus kematian akibat memakan mochi masih terus berlanjut. Melansir dari beautynesia, pada tahun 2014 hingga 2016 terdapat 11 korban meninggal dalam kasus ini.

Maka dari itu, kita harus berhati-hati dalam memakan mochi. Jika memakannya harus terkunyah dengan baik sehingga tidak ada adonan lengket yang menyangkut di tenggorokan. Sebisa mungkin mengikuti cara yang sudah diberikan pemerintah Jepang, yaitu makan mochi dengan ukuran yang kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *