Milenianews.com, Jakarta – Mark Zuckerberg, pendiri dan CEO Meta, baru-baru ini mengumumkan proyek ambisiusnya untuk ternak daging sapi berkualitas tertinggi di dunia. Melalui akun instagram pribadinya, Mark membagikan foto-foto daging sapi yang diproduksi di rancho mewahnya di Kauai, Hawaii, dan menceritakan rencananya yang tidak lazim.
Mark Zuckerberg pilih ternak sapi unggul
Rancho Zuckerberg memiliki lahan seluas 1.400 hektar di pulau Hawaii. Mark tengah memelihara dua jenis sapi, yaitu wagyu Jepang dan angus Skotlandia. Kedua jenis sapi ini terkenal karena kualitas dagingnya yang tinggi dan marbling yang sempurna.
Mark berencana memberi makan sapi-sapinya dengan menggunakan makanan lokal, terutama macadamia, serta memberikan mereka minuman bir hasil produksi sendiri dari rancho tersebut.
Baca juga: Kisah Peternak Kambing dan Pemilik Kebun
Dalam keterangannya, Mark menekankan keinginannya untuk menjadikan seluruh proses ini sebagai upaya lokal dan terintegrasi secara vertikal.
Ia berharap agar makanan yang dikonsumsi sapi-sapi tersebut berasal dari sumber-sumber lokal di rancho-nya. Namun, rencana tersebut tidak luput dari kritikan, terutama terkait dengan keberlanjutan dan dampak lingkungan.
Beberapa ahli menyoroti penggunaan air yang intensif untuk pertanian kacang macadamia dalam situasi global yang rentan terhadap kekeringan. Selain itu, produksi daging sapi sendiri dianggap sebagai salah satu penyumbang utama gas rumah kaca.
Satu sapi dewasa dapat menghasilkan hingga 500 liter metana per hari, seperti yang diungkapkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.
Baca juga: Tohang’s Barber, Bisnis Kemitraan Barbershop Paling Hits di Jakarta
Publik menilai Mark hanya main-main dan eksperimen aneh
Unggahan Mark juga mendapatkan kritik dari berbagai pihak. Mitch Jones, Direktur Kebijakan di Food & Water Watch, menyatakan bahwa memelihara sapi dengan memberi makan kacang macadamia yang membutuhkan air dan bir, hanya merupakan pertunjukan aneh dari seorang miliarder.
Jones menekankan perlunya reformasi pertanian yang nyata untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam sistem pangan dan dampak nyata dari perubahan iklim.
Terkait dengan hal ini, Wakil Presiden PETA, Shalin Gala, mengekspresikan ketidakpuasannya melalui media sosial. Gala menyebutkan bahwa memelihara sapi dengan memberi mereka bir sebelum akhirnya membunuhnya adalah pertunjukan yang tidak relevan dan mengajak Mark untuk beralih ke pola makan vegan.
Baca juga: Optimalkan Produksi Peternakan Unggas dengan Peralatan Modern
Meskipun proyek ini mengundang kontroversi, Mark menyertakan foto putrinya yang terlibat dalam penanaman pohon macadamia dan perawatan hewan, menunjukkan bahwa keluarganya turut berperan dalam perjalanan peternakan tersebut.
“Kami masih awal dalam perjalanan ini dan menyenangkan untuk memperbaikinya setiap musim. Dari semua proyek saya, ini yang paling lezat,” tulis Mark di akhir keterangan unggahannya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.