Kontroversi Grok-2 AI Elon Musk yang Picu Kekhawatiran

Milenianews.com, Jakarta – Elon Musk baru-baru ini meluncurkan alat generasi gambar baru bernama Grok-2 dan Grok-2 Mini. Namun, bukannya mendapat pujian, alat-alat ini malah menuai kontroversi karena menghasilkan gambar yang menyinggung dan tidak pantas.

Melansir dari Techreport.com Senin (19/8), sejak lama, Musk dikenal karena sikapnya yang tidak konvensional. Saat mendirikan perusahaan AI, xAI, dan meluncurkan model AI pertama bernama Grok, Musk menolak untuk mengikuti pedoman ketat yang diikuti oleh perusahaan seperti OpenAI dan Google.

Baca juga: Google for Startups Hadirkan Program AI Academy

Ia beralasan bahwa pendekatan ini untuk menghindari campur tangan politik, tetapi banyak yang khawatir karena tidak adanya regulasi yang jelas pada alat-alat tersebut.

Peluncuran Grok-2 dan Grok-2 Mini telah membuktikan kekhawatiran ini. Beberapa pengguna melaporkan bahwa alat tersebut menghasilkan gambar-gambar yang mengejutkan.

Di antara gambar-gambar tersebut, ada yang menampilkan Barack Obama sedang menggunakan narkoba, Donald Trump menembakkan senjata, dan Kamala Harris yang sedang hamil dipeluk dengan penuh kasih.

Bahkan, ikon anak-anak seperti Mickey Mouse digambarkan membawa senjata.

AI Elon Musk Grok-2 dinilai bahaya karena belum ada regulasi

Kontroversi ini menyoroti bahaya besar yang dihadirkan oleh alat generasi gambar AI tanpa regulasi. Kemampuan alat-alat ini untuk menciptakan deepfake hiper-realistis dari tokoh nyata, termasuk selebriti dan politisi, menimbulkan kekhawatiran serius tentang dampak negatif yang dapat ditimbulkan.

Seiring dengan peningkatan penggunaan AI untuk membuat gambar eksplisit dari selebriti meskipun ada regulasi, Grok-2 yang tanpa batasan ini dapat dimanfaatkan oleh aktor jahat untuk tujuan yang lebih merusak.

Hal ini membuat banyak pihak mempertanyakan tanggung jawab Musk dalam pengembangan teknologi ini.

Namun, tampaknya Musk tidak menganggap masalah ini serius. Dalam sebuah postingan di X, ia menggambarkan Grok sebagai “AI paling menyenangkan di dunia” dan bahkan me-retweet komentar yang mendukung trolling yang dihasilkan oleh alat tersebut.

Sikap ini memperkuat pandangan bahwa Musk menyadari potensi negatif alatnya, tetapi tetap mendukung penggunaannya.

Baca juga: Google Rilis Imagen 3: Generator Gambar AI dengan Detail yang Lebih Baik

Kontroversi ini hanya menambah daftar panjang masalah yang terkait dengan Musk dan platform media sosialnya, X, yang sebelumnya juga dituduh menyebarkan misinformasi selama kerusuhan di Inggris.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *