News  

Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Akan Dilanjutkan Era Prabowo, Habiskan Dana Rp. 24 Triliun

Pembangunan jalan tol era Prabowo
Pembangunan jalan tol era Prabowo

Milenianews.com, Jakarta – Salah satu rencana yang diantisipasi untuk direalisasikan saat kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto adalah pembangunan jalan tol senilai Rp. 24 triliun. Salah satunya pembangunan jalan tol di Bali, yang diharapkan menjadi yang terpanjang di Pulau Bali.

Jalan tol ini sudah termasuk ke dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan memberi manfaat besar untuk negara dan masyarakat. Luas lahan yang akan di gunakan untuk membangun proyek infrastruktur ini sekitar 1.113,33 hektar.

Jalan tol terpanjang di Pulau Bali ini akan membentang sepanjang 96,84 km dan terbagi menjadi tiga seksi. Pembangunan jalan tol ini akan melintasi 3 kabupaten yang meliputi Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan, dan Kabupaten Badung. Total wilayah yang akan dilalui mencakup 13 kecamatan serta 58 desa dan kelurahan.

Baca juga: Puncak Bogor Akan Memiliki Jalan Tol Sendiri, Realisasi Atau Wacana?

Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi akan jadi ruas tol kedua di Provinsi Bali

Seksi pertama pembangunan infrastruktur ini membentang dari Tol Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 53,6 km. Sedangkan seksi kedua dari Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 km, serta seksi terakhir dari Soka-Mengwi sepanjang 18,9 km.

Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi akan menjadi ruas kedua di Provinsi Bali. Ini akan mengikuti kesuksesan jalan tol Bali Mandara dalam meningkatkan sektor pariwisata Bali.

Infrastruktur ini diciptakan untuk meningkatkan kelancaran konektivitas antara Pelabuhan Gilimanuk dan Metropolitan Sarbagita yang sering kali terkena kemacetan.

Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi ini memerlukan dana sebesar Rp24,6 triliun. Dana tersebut berasal dari APBN untuk pembebasan lahan, sementara sisanya didanai melalui investasi untuk konstruksi seluruhnya.

Penempatan batu pertama tol ini sudah dilakukan pada September 2022, era Presiden Joko Widodo. Namun, kelanjutan proyeknya masih belum jelas sampai saat ini.

Baca juga: Menteri PUPR Tetapkan Batas Kecepatan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek

Mangkraknya pembangunan Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi ini disebabkan oleh fakta bahwa proses pelelangan belum berhasil.

Sebelumnya, dalam proses tender pembangunan Tol Gilimanuk – Mengwi, BPJT telah menetapkan bahwa PT Bangun Sarana Agung tidak memenuhi syarat untuk menjadi investor jalan tol itu.

Keputusan ini diumumkan dalam surat resmi Hasil Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Nomor: ///BPJT/L/GLMW/2024.

Baca juga: Balinale Film Festival Telah Dapat Pengakuan Resmi Secara Global 

Belakangan ini, pasangan calon nomor urut dua calon Gubernur Bali, Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta, berkomitmen untuk melanjutkan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi.

Wayan Koster menawarkan kelanjutan proyek tol Gilimanuk-Mengwi dalam masa kampanyenya. Koster menegaskan bahwa pemerintah pusat telah mengambil alih proyek inidan memastikan konstruksi dilanjutkan pada tahun 2025.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *