News  

Gawat! Numerasi dan Literasi Anak Indonesia Rendah, Kemendikdasmen Dorong penguatan Karakter

Putra Sampoerna Foundation gelar kampanye #StandWithGuru guna peringati Hari Guru pada Kamis (4/12) di Sampoerna Strategic Square.
Putra Sampoerna Foundation gelar kampanye #StandWithGuru guna peringati Hari Guru pada Kamis (4/12) di Sampoerna Strategic Square.

Milenianews.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan menengah (Kemendikdasmen) sebut kondisi pendidikan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Hal itu di sampaikan pada gelaran Talkshow dari Putera Sampoerna Foundation di Sampoerna Strategic Square pada Kamis (4/12).

Rachmadi Widdiharto sampaikan bahwa hal tersebut dilihat melalui capaian numerasi anak-anak. Dikatakan pemerintah harus mengubah mindset numerasi secara menyeluruh. Kompetensi guru adalah langkah pertama yang diupayakan.

Baca juga: IGI Gelar Capacity Building MPI: Guru Belajar AI untuk Perkuat Literasi dan Numerasi

Diungkapkan, pemenuhan kualifikasi S1 guru menjadi prioritas utama. Ini merupakan arahan dari Menteri pendidikan. Saat ini ada 240ribu guru yang belum memenuhi kualifikasi. Padahal, persyaratan tersebut sudah diundangkan sejak 20 tahun lalu.

Dikatakan juga bahwa tugas pendidikan bukan hanya tanggung jawabnya. Kolaborasi dan kemitraan sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi pendidikan nasional. Julia, Head of Program Development dan Guru Binar Sampoerna Foundation tekankan pentingnya apresiasi publik terhadap guru.

“Kualitas suatu negara dimulai dari pendidikan yang berkualitas. Apresiasi guru sekarang masih sangat sedikit. Banyak yang tidak bangga menjadi guru,” ucapnya.

Penguatan Bahasa Inggris Menjadi Kunci

Dalam hal upaya mengatasi masalah literasi dan numerasi, Kemendikdasmen telah menggagas beberapa program yang mencangkup, coding, kecerdasan artifisial dan penguatan bimbingan konseling.

Dengan itu diharapkan dapat mengatasi masalah numerasi, literasi hingga kasus perundungan dan kekerasan yang ada di lingkungan pendidikan. Ia menekankan bahwa guru harus bisa memberikan pendidikan karakter pada anak.

“Saat ini pemerintah sudah menggagas program yang namanya coding dan kecerdasan artifisial. Kemudian ada juga yang namanya penguatan bimbingan dan konseling,” ujar Rachmadi.

Baca juga: KOPERTAIS Wilayah I Gelar Pelatihan Penguatan Bahasa Inggris untuk Dosen PTKIS DKI Jakarta dan Banten

Ia menambahkan terdapat 90ribu satuan pendidikan belum memiliki guru Bahasa Inggris. Pelatihan kompetensi guru Bahasa Inggris akan dimulai sekitar bulan Januari atau Februari tahun 2026 mendatang.

Pemerintah diaktakan sudah menyiapkan sekitar 1.087 fasilitator nasional yang berlatar belakang dosen, unit pelaksana teknis (UPT), hingga guru SMP atau SMA yang memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang memumpuni.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *