Milenianews.com, Jeddah — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama BPKH Limited melakukan pertemuan dengan manajemen Kereta Cepat Haramain (Haramain High Speed Railway) sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan transportasi bagi jamaah haji dan umrah Indonesia. Pertemuan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat dukungan logistik dan mobilitas jamaah di Tanah Suci.
Pertemuan yang diadakan beberapa waktu lalu itu membahas peluang kolaborasi strategis untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi mobilitas jamaah, khususnya pada rute utama yang menghubungkan Makkah, Madinah, dan Jeddah. Upaya ini diharapkan dapat menghadirkan layanan transportasi yang semakin terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan jamaah Indonesia.
“Transportasi merupakan salah satu komponen kunci dalam penyelenggaraan layanan jamaah. Karena itu, BPKH terus mendorong kerja sama strategis yang mendukung peningkatan layanan sekaligus membuka peluang investasi yang produktif dan berkelanjutan,” kata Dr. H. M. Dawud Arif Khan, anggota Dewan Pengawas BPKH) dalam rilis yang diterima Milenianews.com, Selasa (27/1/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara peningkatan layanan jamaah dan optimalisasi pengelolaan dana melalui skema investasi yang memenuhi prinsip kehati-hatian dan kesesuaian syariah.
Ia menambahkan, dalam pertemuan ini, BPKH dan BPKH Limited berdiskusi dengan pihak manajemen Haramain mengenai kesiapan layanan dan kapasitas transportasi untuk mendukung kebutuhan jamaah Indonesia pada musim haji dan umrah. Selain itu, dibahas pula peluang penguatan kerja sama layanan jamaah, termasuk peluang investasi pengembangan jaringan rel dari Bandara Thaif ke Stasiun Kereta di Makkah.
“Hal ini karena ada rencana pengembangan Bandara Thaif untuk bisa menerima Jamaah Haji dari Indonesia, yang akan meningkatkan layanan transportasi ke Stasiun Kereta di Makkah. Perlu diketahui bahwa lokasi Kampung Haji yang disiapkan untuk Jamaah asal Indonesia itu berdekatan dengan Stasiun Kereta Makkah,” ujarnya.
Dawud Arif Khan mengemukakan, BPKH menilai Kereta Cepat Haramain sebagai salah satu moda transportasi strategis di Arab Saudi yang dapat menjadi penopang utama mobilitas jamaah, khususnya dalam mendukung layanan yang lebih cepat, nyaman, dan terintegrasi. “Langkah menjalin komunikasi dan sinergi dengan pengelola layanan transportasi di Arab Saudi menjadi bagian dari komitmen BPKH untuk terus meningkatkan kualitas layanan jamaah sekaligus mengoptimalkan pengelolaan investasi yang memberikan nilai manfaat,” kata Dawud Arif Khan.
Ke depan, hasil pertemuan ini akan ditindaklanjuti melalui kajian teknis dan komunikasi intensif guna merumuskan langkah kolaborasi yang paling tepat dalam mendukung peningkatan layanan transportasi bagi jamaah haji dan umrah Indonesia. “Tindak lanjut ini diharapkan menghasilkan bentuk kerja sama konkret yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh jamaah,” ujarnya.













