Milenianews.com, Jakarta – Supermoon akan kembali menghiasi langit dunia pada 19 Februari mendatang. Ini merupakan kemunculan supermoon yang kedua pada tahun ini. Sebelumnya terjadi pada 21 Januari.
Namun supermoon sekarang bisa juga dilihat dari belahan bumi manapun, termasuk Indonesia. Hal ini diungkapkan ketua Lembaga Penerbangan dan Antaraiksa Nasional, Thomas Djamaludin. Ia mengatakan “supermoon ini adalah bulan purnama, jadi disemua belahan dunia bisa dilihat, termasuk Indonesia,” ujarnya seperti dikutip uzone.id, Jumat (15/02).
Supermoon Bisa Mempengaruhi Perilaku Buruk
Namun, jika ingin lebih jelas harus menggunakan teropong. Sejak zaman Romawi, sudah muncul kepercayaan bahwa terjadinya bulan purnama dihubungkan degan perilaku yang aneh. Tidak hanya perilaku aneh, supermoon juga dianggap bisa berpengaruh terhadap tidur seseorang, meningkatkan emosi, bahkan meningkatkan kejahatan.
Baca Juga : Wisata Astronomi Yang Bisa Dinikmati Di Tahun 2019
Namun, dari penelitian tidak dapat membuktikannya, hanya masalah kurang itu bisa terjadi. Karena itupun dipengaruhi hal lain.
Mengutip health, para peneliti di Swiss mengumpulkan data dari 33 orang yang tidur sebelum supermoon dengan data dari 33 orang yang tidur saat supermoon.
Mereka menemukan bahwa empat hari sebelum dan sesudah bulan penuh, peserta mengalami penurunan tidur lelap sampai 30 persen. Penelitian juga menemukan bahwa peserta memiliki hormon melatonin yang rendah.
Hal itu disebabkan oleh adanya hipotesis gravitasi. Tubuh manusia terdiri dari 55-60 persen air. Sama seperti lautan, bulan juga memengaruhi tubuh manusia.
Polusi Cahaya, Lebih Mungkin Sebabkan Kualitas Tidur Buruk
Astronom dari Universitas Swinburne, Profesor Alan Duffy mengatakan bahwa tarikan gravitasi bulan purnama mirip dengan bula baru, tidak dirasakan dan dilihat. Selain soal teori tentang gravitasi, penyebab seseorang susah tidur saat supermoon adalah soal teori cahaya.
Teori cahaya ini dianggap paling masuk akal, karena cahaya memang bisa mempengaruhi durasi dan kuliatas tidur seseorang. Dari kualitas tidur yang buruk juga dapat menyebabkan suasana hati buruk dan perilaku yang tidak menentu.
“Kita bisa jadi kurang tidur ketika lampu latar lebih terang,” ujarnya.
Baca Juga : Supermoon Terbesar Tahun Ini, Akan Hiasi Langit 19 Februari
Sebenarnya, sinar dari ponsel, lampu jalan menambah polusi cahaya. Jadi, susah tidur yang dialami, lebih disebabkan oleh polusi cahaya tersebut, daripada cahaya bulan.
“Sebenarnya ada yang lebih mengganggu tidur dibanding sinar bulan, yaitu sinar biru dari ponsel Anda. Anda mungkin akan mengalami tidur malam yang buruk karena memakai ponsel untuk mengecek supermoon, dibanding kurang tidur gara-gara pengaruh sinar bulan,” pungkasnya. (Ikok)
Sumber : CNNIndonesia