Milenianews.com, Jakarta— Jamaah haji dan umrah Indonesia dikenal senang membeli berbagai barang sebagai oleh-oleh maupun keperluan pribadi. Lalu, Bahasa apakah yang mereka gunkan saat berbelanja di Tanah Suci? Apakah harus selalu bahasa Arab? Ternyata tidak juga.
“Jamaah umrah dan haji Indonesia biasanya menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Arab yang sederhana saat bertransaksi,” kata Direktur Jazira Halal Wisata Ustadz Nuryadin Yakub dalam rilis yang diterima Milenianews.com, Selasa (17/9/2024).
Ia lalu menjelaskan sebagai berikut:
- Bahasa Indonesia.
“Karena banyak jamaah umrah dan haji dari Indonesia, maka banyak pedagang di Makkah dan Madinah sudah memahami beberapa kata dasar dalam bahasa Indonesia. Mereka tahu istilah seperti ‘murah’, ‘diskon’, ‘berapa’, atau ‘bagus’. Hal ini sangat memudahkan jamaah yang tidak fasih berbahasa Arab,” kata Nuryadin.
Baca Juga : Jazira Wisata Tawarkan Layanan Paket Umrah Private
Ia menambahkan, beberapa toko bahkan memiliki penjual asal Indonesia atau staf yang belajar bahasa Indonesia demi melayani pembeli dari Indonesia.
- Bahasa Arab Sederhana
Jika pedagang tidak bisa berbahasa Indonesia, jamaah sering kali menggunakan bahasa Arab sederhana untuk berkomunikasi. Kata-kata seperti “kam haza?” (berapa ini?), “rakhis” (murah), dan “syukran” (terima kasih) sering digunakan.
“Banyak jamaah yang belajar bahasa Arab dasar untuk memudahkan berkomunikasi selama umrah, terutama dalam hal tawar-menawar,” ujarnya.
- Bahasa Inggris
Di beberapa tempat, terutama di pusat perbelanjaan modern atau toko-toko besar, bahasa Inggris sering digunakan sebagai bahasa perantara. “Sebagian jamaah yang memahami bahasa Inggris lebih memilih cara ini karena lebih mudah dipahami oleh pedagang,” kata Nuryadin.