Milenianews.com, Jakarta – Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menerapkan work from home (WFH) 50 persen bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di DKI Jakarta. Kebijakan tersebut akan berlaku mulai 28 Agustus mendatang.
Kebijakan WFH 50 persen tersebut diberlakukan Heru Budi menjelang KTT ASEAN 2023 di Jakarta pada 5-7 September mendatang.
Baca juga : Hati-Hati! Karyawan WFH jadi Sasaran Peretas
“Ada dua hal. Terkait nanti dengan KTT ASEAN, pegawai Pemda DKI 50 Persen (WFH),” tutur Heru Budi mengutip dari Kompas.com, Rabu (16/8).
Sementara bagi 50 persen dari total ASN yang berangkat ke kantor, Budi menyebut akan dilakukan pengaturan jam kerja sesuai ketentuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Ia berharap, dengan diberlakukan kebijakan tersebut, dapat mengurangi kemaceta yang sering terjadi di jam-jam sibuk.
“Menpan (RB) memberi keleluasaan antara bisa (masuk) jam 08.00 tambah satu jam jadi jam 09.00,” pungkas Heru.
Namun, bagi perusahaan swasta, dirinya menyebut kebijakan tersebut hanya sebagas imbauan. Aturan WFH tersebut menjadi kewenangan masing-masing perusahaan.
Sebelumnya, Jokowi juga telah mendorong para menterinya untuk memberlakukan kerja dari rumah. Namun, dengan alasan kondisi udara yang memburuk.
“Jika diperlukan kita harus berani dorong banyak kantor melaksanakan hybrid working. work from home office, work from home (WFH),” ucap Jokowi saat memimpin rapat terbatas.
Terpantau, kualitas udara di Jabodetabek memburuk dalam satu pekan terakhir. Bahkan sempat mendapat predikat terburuk di dunia.
“Pada tanggal 12 Agustus 2023 kemarin, kualitas udara di DKI Jakarta di angka 156 dengan keterangan tidak sehat,” pungkasnya.
Baca juga : Guna Atasi Polusi, Jokowi Dorong Kantor Untuk WFH
Kulitas udara yang buruk disebabkan oleh kemarau yang meningkatkan konsentrasi polutan tinggi serta tingginya polutan dari sektor transportasi.
Maka dari itu, ia menekankan untuk memperbaiki polusi udara dengan mendorong WFH. Ia juga meminta agar dilakukannya rekayasa cuaca untuk memancing hujan di kawasan Jabodetabek.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.