Milenianews.com, Lusail – Di tengah megahnya Lusail International Circuit, Qatar, tempat di mana mesin-mesin Formula 1 biasanya meraung menghabiskan bahan bakar, sebuah kendaraan mungil dengan nama “Anak Lanang” justru melakukan sebaliknya, menghemat energi hingga tetes terakhir.
Mobil andalan Garuda UNY Eco Team, dengan nama yang sangat “Jawa” itu sukses menorehkan tinta emas di ajang Shell Eco-marathon Asia-Pacific and Middle East 2026 yang berakhir Sabtu (25/1). Tidak tanggung-tanggung, tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini menyabet podium tertinggi di kategori bergengsi Urban Concept – Internal Combustion Engine (ICE).
Kemenangan ini bukan sekadar soal piala. Angka yang dicatatkan “Anak Lanang” adalah sebuah pernyataan teknis yang serius, yakni 535 kilometer per liter.
Sebagai gambaran, dengan efisiensi setinggi itu, “Anak Lanang” secara teoritis mampu menempuh jarak Jakarta–Semarang hanya dengan satu liter bahan bakar. Sebuah capaian yang menegaskan bahwa rekayasa teknik mahasiswa Indonesia tidak kalah, bahkan lebih unggul dibandingkan kompetitor global.
Menyisihkan 96 Tim Asing
Kompetisi yang berlangsung sejak 21 Januari 2026 ini bukanlah medan yang mudah. Garuda UNY harus bersaing melawan 96 tim dari berbagai raksasa pendidikan Asia Pasifik dan Timur Tengah, termasuk perwakilan dari China, Korea Selatan, India, hingga tuan rumah Qatar.
Indonesia sendiri mengirimkan delegasi besar sebanyak 28 tim. Namun, konsistensi Garuda UNY mencuri perhatian sejak awal.
“Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, kekompakan, dan komitmen seluruh anggota tim,” ungkap Fadhil Akmal, Ketua Garuda UNY Eco Team sekaligus mahasiswa Teknik Manufaktur dalam keterangan rilis yang diterima milenianews.com, Senin (26/1).
Perjalanan menuju podium juara diwarnai ketegangan. Tim yang terdiri dari tujuh mahasiswa ini harus melewati serangkaian uji teknis (technical inspection) yang ketat sebelum diizinkan mengaspal. Didampingi dua dosen pembimbing, Dr. Ir. Zainal Arifin, dan Dr. Sutiman, strategi pengelolaan energi mereka terbukti efektif saat final race.
Baca juga: Kampus di Yogyakarta yang Punya Tim Olahraga Unggul dan Aktif
Solidaritas di Negeri Orang
Ada sisi humanis yang menarik dari kemenangan di gurun pasir ini. Keberhasilan Garuda UNY tidak lepas dari “tangan-tangan tak terlihat” diaspora Indonesia di Qatar.
Para alumni UNY yang kini bekerja dan menetap di Qatar memainkan peran vital. Mereka tidak hanya menjadi suporter, tetapi turun tangan membantu logistik hingga pemenuhan kebutuhan tim selama kompetisi. Sinergi ini diperkuat dengan dukungan penuh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Qatar yang secara khusus mengunjungi paddock tim pada 23 Januari lalu.
Dukungan moral dan material dari para senior yang telah sukses di luar negeri ini menjadi suntikan energi tersendiri bagi Fadhil dan kawan-kawan yang harus beradaptasi dengan iklim dan sirkuit asing.
Baca juga: El Andotama, Drifter Termuda di Indonesia yang Bikin Ban Menjerit di Sirkuit Mandala Krida
Inovasi untuk Masa Depan
Di balik euforia kemenangan, misi yang dibawa Garuda UNY sesungguhnya lebih besar dari sekadar balapan. Ajang Shell Eco-marathon menantang para insinyur muda untuk menjawab krisis energi global melalui desain kendaraan ultra-efisien.
Capaian “Anak Lanang” membuktikan bahwa riset kampus di Yogyakarta mampu menghasilkan solusi konkret dalam teknologi efisiensi energi. Dukungan dari pihak industri seperti Prestone, Master, dan mitra lainnya menunjukkan bahwa kolaborasi triple helix (akademisi, bisnis, pemerintah) mulai berjalan ke arah yang benar.
Kini, PR besarnya adalah bagaimana teknologi efisiensi 535 km/liter ini tidak berhenti sebagai prototipe di sirkuit balap, tetapi dapat diadopsi menjadi solusi transportasi massal yang ramah lingkungan di masa depan.
Bagi Garuda UNY, “Anak Lanang” telah menyelesaikan tugasnya dengan sempurna, yakni membawa pulang kebanggaan ke Tanah Air.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













