Antara perlindungan anak dan kewibawaan guru
Di era keterbukaan informasi saat ini, setiap tindakan mudah menjadi konsumsi publik. Ketika guru dilaporkan atau dipolisikan karena menegur siswa secara keras, muncul ketakutan baru di kalangan pendidik. Banyak guru akhirnya enggan terlibat dalam pembinaan moral siswa karena khawatir disalahartikan. Jika situasi ini dibiarkan, pendidikan akan kehilangan ruh utamanya, yakni pendidikan karakter yang sejati.
Pemerintah memiliki peran strategis dalam mencari titik temu yang adil antara perlindungan hak anak dan kewibawaan guru. Perlindungan terhadap anak memang mutlak diperlukan, tetapi perlindungan terhadap martabat dan peran guru juga tidak boleh diabaikan. Regulasi perlu diperkuat dan diiringi dengan pelatihan bagi guru agar mampu menegakkan disiplin secara tegas namun manusiawi. Pendidikan karakter harus kembali menjadi inti kurikulum, bukan sekadar pelengkap formalitas.
Di sisi lain, masyarakat perlu membangun kembali semangat gotong royong dalam membina generasi muda. Pengawasan terhadap warung yang masih menjual rokok kepada anak-anak harus diperketat. Kampanye hidup sehat dan bahaya merokok perlu digencarkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan masyarakat secara luas.
Baca juga: Ketika Guru Diserang, Ada yang Salah dengan Pendidikan Karakter Kita
Kasus guru yang menampar siswa karena merokok seharusnya menjadi bahan introspeksi bersama. Peristiwa ini bukan sekadar soal siapa yang benar dan siapa yang salah, melainkan cermin bahwa moral anak-anak bangsa tengah menghadapi tantangan serius. Tamparan tersebut sejatinya bukan hanya mengenai seorang siswa, tetapi juga menampar kesadaran kolektif kita bahwa pendidikan karakter tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan keluarga, masyarakat, dan negara.
Pendidikan sejati bukan hanya soal transfer ilmu di ruang kelas, tetapi tentang menanamkan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Jika semua pihak bersedia bekerja sama, peristiwa serupa tidak perlu lagi terjadi. Di sekolah, yang seharusnya dibangkitkan bukan rasa takut, melainkan kesadaran bahwa belajar adalah proses membentuk masa depan yang lebih baik, bukan menjerumuskan diri ke dalam kebiasaan yang merusak.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













