Terlihat Sibuk Tapi Tak Produktif? Ini Penjelasan Fenomena Task Masking

Terlihat Sibuk Tapi Tak Produktif? Ini Penjelasan Fenomena Task Masking

Milenianews.com – Di tengah budaya kerja modern yang serba ngebut dan menuntut hasil cepat, muncul satu fenomena yang makin sering dialami Gen Z: task masking. Singkatnya, ini adalah kondisi ketika seseorang terlihat super sibuk, tapi progres kerja yang benar-benar penting justru minim.

Fenomena ini banyak muncul di sistem kerja hybrid atau remote, di mana aktivitas harian nggak selalu bisa dipantau langsung. Akhirnya, kesibukan jadi semacam “etalase” profesionalisme.

Baca juga: Cara Mengelola Stres di Kantor agar Tetap Produktif

Task masking bukan soal malas. Lebih tepatnya, ini adalah respons atas tekanan untuk selalu tampak produktif. Banyak pekerja muda merasa perlu menunjukkan kesibukan demi menjaga citra profesional di mata atasan dan rekan kerja (Harvard Business Review).

Apa itu task masking?

Task masking adalah perilaku “menyamarkan” minimnya progres kerja lewat aktivitas yang kelihatan produktif. Misalnya, rajin buka laptop, ikut banyak meeting, atau fast response email yang sebenarnya nggak urgent. Fokusnya bukan lagi ke hasil, tapi ke kerja yang terlihat sibuk (Forbes).

Salah satu pemicunya adalah budaya kerja fleksibel yang belum sepenuhnya dibarengi sistem penilaian berbasis hasil. Dalam situasi ini, Gen Z cenderung ingin memastikan keberadaan dan kontribusinya tetap kelihatan meski kerja jarak jauh (McKinsey & Company).

Di sisi lain, pengaruh media sosial juga nggak bisa diabaikan. Konten soal hustle culture dan produktivitas nonstop bikin banyak orang merasa harus selalu “on” dan sibuk, yang ujung-ujungnya memicu kecemasan performa (Psychology Today).

Dampak task masking

Kalau dibiarkan, task masking bisa bikin lelah mental dan menurunkan kualitas kerja. Tekanan untuk terus terlihat sibuk tanpa jeda sehat berisiko memicu burnout (World Health Organization). Dalam jangka panjang, organisasi juga kena imbasnya. Produktivitas jadi dinilai dari aktivitas, bukan dari hasil yang benar-benar berdampak.

Baca juga: Kenapa WFH Lebih Produktif di Zaman Sekarang? Yuk Simak Alasannya di Sini!

Kuncinya ada pada perubahan fokus: dari sibuk ke berdampak. Penetapan target yang jelas, komunikasi yang terbuka, dan evaluasi berbasis hasil bisa jadi solusi nyata untuk mengurangi task masking (Gallup).

Manajemen waktu yang lebih rapi dan pengurangan distraksi digital juga membantu supaya energi kerja dipakai untuk hal yang benar-benar penting. Pada akhirnya, task masking jadi pengingat bahwa produktivitas sejati bukan soal kelihatan sibuk, tapi soal menghasilkan sesuatu yang bermakna.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *