Pola Asuh Tepat Seorang Ibu, Mendukung Pertumbuhan Anak

Pola-Asuh-Orangtua-Kepada-Anak
Pola-Asuh-Orangtua-Kepada-Anak

Milenianews.com – Pola asuh menjadi salah satu faktor yang sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini menjadi faktor penting karena pola asuh juga memengaruhi perkembangan anak, mulai dari mental, fisik dan kecerdasan anak.

“Pola asuh orang tua bisa memengaruhi ke perilaku, emosi, dan juga cara berpikir anak. Bukan faktor tunggal, tapi memang bisa memengaruhi. Jadi, ini merupakan fakta,” jelas Ikhsan Persada, seorang Psikolog.

Baca juga : 6 Fakta Menarik Psikologi Tentang Perilaku Manusia

Hal ini tentunya sejalan dengan tema besar Hari Anak Nasional 2023 yaitu tentang anak Indonesia berdiri tegak sambil terus maju, dampak yang abadi bagi anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang tepat untuk mencapai cita-cita tersebut.

Menurutnya juga, ada empat pola asuh orang tua untuk membantu tumbuh kembang anak:

Otoritatif

Pengasuhan otoritatif, dikenal sebagai pengasuhan demokratis, menggunakan model komunikasi dua arah antara orang tua dan anak.

Ini menciptakan keseimbangan antara keinginan, aturan atau batasan orang tua dan reaksi serta konsekuensi yang juga disetujui oleh anak.

Dengan demikian, pola pengasuhan otoritatif menjadikan anak menjadi mandiri, bertanggung jawab, disiplin, percaya diri, dan berprestasi di sekolah.

Otoriter

Pola asuh otoriter cenderung menerapkan aturan dan hukuman yang tegas tanpa mendengarkan pendapat dan keinginan anak.

Pola asuh ini membentuk anak untuk tumbuh sebagai individu yang patuh dan disiplin, tetapi tidak terbiasa membuat keputusan sendiri dan takut untuk mengungkapkan pikirannya.

Baca juga : Jangan Salah! Toxic Parenting Bukan Hanya Soal Menekan Anak

Permisif

Orang tua yang menerapkan pola asuh permisif biasanya memposisikan diri sebagai teman, sehingga sering menghindari konflik dan memanjakan anaknya. Dengan pola asuh seperti ini, orang tua lebih memerhatikan namun tidak menerapkan disiplin yang benar, dengan harapan agar anak tetap bisa akrab.

Anak yang tumbuh dengan pola asuh permisif berkembang menjadi individu yang memiliki harga diri dan kreativitas tinggi karena terbiasa mengekspresikan diri dengan cara yang berbeda. Namun, dalam jangka panjang, anak bisa menjadi egois dan agresif, apalagi jika keinginannya tidak terpenuhi.

Tanpa terlibat

Jenis pola asuh lainnya adalah non-partisipatif-ceroboh atau acuh tak acuh terhadap perkembangan anak. Sehingga meninggalkan kebebasan penuh dan tidak peduli pada anak.

Baca juga : Seminar Pengasuhan SMPM 4 Jakarta Soroti Pola Komunikasi

Anak-anak yang tumbuh dengan pola asuh seperti ini tidak menghabiskan waktu yang berharga bersama orang tuanya, komunikasi yang buruk dengan orang tuanya, dan kebanyakan hanya terpenuhi kebutuhan fisiknya.

Orang tua yang mempraktikkan pola asuh ini kurang memiliki kedekatan emosional dengan anak-anak mereka yang menjadikan mereka individu yang mandiri dan tangguh. Namun mereka memiliki keterampilan sosial yang buruk dan harga diri yang rendah.

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *