Waspada, Penyakit Maag Ancam Kesehatan Masyarakat Modern

maag

Milenianews.com, Jakarta – Penyakit maag atau gastritis adalah peradangan pada mukosa lambung yang sering dialami masyarakat Indonesia. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk infeksi bakteri Helicobacter pylori, konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), stres kronis, dan kebiasaan makan yang buruk.

Siapa saja bisa mengalami maag, terutama mereka yang memiliki pola makan tidak teratur, sering mengonsumsi makanan pedas dan asam, atau memiliki tingkat stres tinggi. Menurut dr. Anya Permata, SpPD, dari Rumah Sakit Harapan Kita, banyak pasien yang mengalami komplikasi akibat lambatnya penanganan maag.

Baca Juga: Kenali Penyebab dan Dampak Anxiety: Kecemasan Berlebihan

Komplikasi akibat maag

Maag sering dianggap sebagai gangguan ringan, tetapi dapat berkembang menjadi kondisi serius. Jika dibiarkan tanpa penanganan, gastritis bisa menyebabkan tukak lambung atau perdarahan lambung. Dr. Vivi, spesialis penyakit dalam, menyarankan masyarakat untuk mengenali gejala sejak dini.

Gastritis banyak ditemukan di berbagai lapisan masyarakat, terutama di kota-kota besar dengan pola hidup cepat. Konsumsi makanan cepat saji yang rendah nutrisi serta pola makan tidak teratur meningkatkan risiko terkena maag.

Beberapa penyebab utama maag adalah infeksi H. pylori, kebiasaan makan yang buruk, stres yang tidak terkontrol, dan konsumsi alkohol atau rokok. Selain itu, penggunaan NSAID tanpa pengawasan juga bisa menyebabkan iritasi pada lambung.

Pencegahan maag bergantung pada penerapan gaya hidup sehat. Konsumsi makanan bergizi, menghindari makanan pedas, asam, dan berlemak tinggi, serta menjaga jadwal makan yang teratur sangat dianjurkan. Mengelola stres melalui teknik relaksasi dan olahraga juga efektif dalam mencegah maag.

Pengobatan maag disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Obat-obatan pengurang asam lambung sering digunakan, sedangkan antibiotik diberikan jika penyebabnya adalah infeksi H. pylori. Beberapa mitos terkait maag dibantah oleh dr. Vivi. Ia menegaskan bahwa tidak semua makanan pedas memicu maag karena toleransi tiap individu berbeda.

Baca Juga: Sarapan yang Harus Dihindari Oleh Penderita Asam Lambung

“Tingkat kepedasan yang bisa ditoleransi setiap orang berbeda,” jelas dr. Vivi. Ia menambahkan bahwa pengobatan maag tidak cukup hanya dengan obat-obatan, tetapi harus diiringi perubahan gaya hidup sehat.

Pencegahan dan pengobatan maag membutuhkan pendekatan holistik. Pola makan sehat, manajemen stres, dan perawatan medis yang tepat sangat penting untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *