Milenianews.com – Para ilmuwan telah mendeteksi konsentrasi signifikan mikroplastik pada jaringan testis manusia, yang menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesehatan reproduksi. Mikroplastik adalah partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 milimeter. Partikel-partikel ini telah ditemukan dalam makanan, air, udara, dan bahkan plasenta manusia.
Melansir dari CNN, Rabu (22/5), penemuan ini menjadi perhatian karena mikroplastik mengandung berbagai bahan kimia yang dapat mengganggu pelepasan hormon alami tubuh. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan reproduksi dan beberapa jenis kanker. Selain itu, mikroplastik juga dapat membawa racun seperti logam berat di permukaannya.
Baca juga: 7 Warna Urin yang Perlu Kamu Tau, Cek Kesehatanmu!
Penelitian menduga rata-rata manusia mengonsumsi Mikroplastik sebesar Kartu Kredit tiap Minggu
Menurut perkiraan sebelumnya, rata-rata orang mengonsumsi mikroplastik seukuran kartu kredit setiap minggu. Jadi, tidak mengherankan jika partikel-partikel ini ditemukan dalam tubuh kita.
Dalam studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Toxicological Sciences, peneliti dari University of New Mexico menganalisis jaringan postmortem anonim dari 23 testis manusia yang disediakan oleh Kantor Penyidik Medis New Mexico, serta 46 sampel jaringan anjing dari tempat penampungan hewan Kota Albuquerque dan klinik hewan swasta.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik hadir di 100 persen sampel yang diuji, dengan konsentrasi rata-rata 329,44 mikrogram per gram pada manusia dan 122,63 mikrogram per gram pada anjing.
Xiaozhong “John” Yu, seorang profesor di College of Nursing University of New Mexico dan pemimpin studi tersebut, awalnya meragukan apakah mikroplastik bisa menembus sistem reproduksi. Namun, hasil penelitian mengejutkannya, terutama ketika hasil untuk manusia menunjukkan adanya mikroplastik.
Pengujian lebih lanjut pada sampel anjing menunjukkan bahwa tingkat mikroplastik tertentu yang lebih tinggi dalam jaringan testis (terutama PVC) berkorelasi dengan jumlah sperma yang lebih rendah.
“Plastik membuat perbedaan jenis plastik apa yang mungkin berkorelasi dengan fungsi potensial,” kata Yu.
“PVC dapat melepaskan banyak bahan kimia yang mengganggu produksi sperma dan mengandung bahan kimia yang menyebabkan gangguan endokrin,” sambungnya.
Baca juga: Keajaiban Warna Buah Naga dan 8 Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh
Jumlah kesehatan jaringan testis menurun karena Mikroplastik
Selama 50 tahun terakhir, jumlah sperma di AS telah menurun sebesar 50 persen, yang diyakini para peneliti sebagian dipengaruhi oleh keberadaan mikroplastik.
“Temuan ini menyoroti keberadaan mikroplastik yang meluas dalam sistem reproduksi pria, baik pada testis anjing maupun manusia, dengan potensi konsekuensi terhadap kesuburan pria,” tulis para peneliti.
Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi bagaimana plastik ini mempengaruhi produksi sperma pada manusia.
“Kami memiliki banyak hal yang tidak diketahui, kami benar-benar perlu melihat potensi efek jangka panjangnya,” kata Yu.
Yu menambahkan bahwa tujuan penelitian ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi untuk memberikan data ilmiah yang akurat dan meningkatkan kesadaran akan keberadaan mikroplastik. Dengan pengetahuan ini, masyarakat dapat membuat pilihan yang lebih baik untuk mengurangi paparan, mengubah gaya hidup, dan perilaku mereka.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.