Milenianews.com, Bogor – Memburuknya gaya hidup masyarakat, diyakini menjadi penyebab peningkatan kasus gagal ginjal di Kota Bogor. RSUD Kota Bogor bahkan mencatat peningkatan jumlah pasien gagal ginjal hingga hampir dua kali lipat.
Hingga Juni 2024, RSUD Kota Bogor mencatat 916 pasien menjalani rawat jalan akibat gagal ginjal. Jumlah tersebut mencakup 901 pasien dewasa dan 15 pasien anak.
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi diabetes pada penduduk usia di atas 15 tahun
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno membenarkan angka kejadian diabetes semakin meningkat akibat konsumsi gula berlebihan di masyarakat.
Menurut Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, menunjukkan prevalensi diabetes pada penduduk usia di atas 15 tahun berdasarkan pengukuran gula darah, mengalami peningkatan atau dari 10,9% menjadi 11,7%.
Baca juga: Antisipasi Rabies, Dinkes DKI Sediakan 2 RSUD Rujukan
Retno menjelaskan gula merupakan sumber energi yang dibutuhkan manusia. Namun, jika berlebihan, gula dapat menyebabkan obesitas dan diabetes tipe 2.
Lanjutnya, yang dapat menyebabkan obesitas pada akhirnya menyebabkan penumpukkan lemak lokal. “Hal ini kemudian menyebabkan Resistensi Insulin berarti sel-sel tubuh tidak merespon insulin dengan baik. Sehingga menyebabkan kadar gula darah tetap tinggi. Inilah yang menyebabkan diabetes tipe 2,” ujarnya, kepada media, Senin (5/8).
Selain menyebabkan diabetes, katanya, terlalu banyak mengonsumsi gula juga dapat berdampak pada kesehatan ginjal. Kadar gula darah tinggi akibat terlalu banyak mengonsumsi gula, dapat merusak pembuluh darah di ginjal dan mengganggu fungsi ginjal.
Mengonsumsi terlalu banyak gula, seperti dari minuman manis dan makanan olahan, juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor utama yang dapat merusak pembuluh darah di ginjal dan berkontribusi terhadap gagal ginjal kronis.
“Pada orang yang sudah menderita diabetes, konsumsi gula yang tidak terkontrol dapat memperburuk kondisi ginjal. Peningkatan kadar glukosa darah mempercepat kerusakan ginjal pada penderita diabetes yang dapat mengarah pada penyakit ginjal diabetik yang dapat menyebabkan gagal ginjal jika tidak diobati,” paparnya.
Untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan gangguan ginjal, Retno mengatakan masyarakat perlu mengontrol asupan gula. Batasan konsumsi gula, garam, dan lemak GGL yang dianjurkan Kementerian Kesehatan RI adalah: gula pasir per orang per hari 50 gram (4 sendok makan), garam per orang per hari 2.000 miligram natrium/natrium atau 5 gram (1 sendok teh).
Langkah yang dapat dilakukan antara lain dengan memerhatikan label makanan (informasi gizi), mengurangi minuman manis, memilih karbohidrat kompleks dan mendukungnya dengan memperbanyak aktivitas fisik.
Baca juga: Gedung Baru RSUD Kota Bogor Ditargetkan Selesai Bulan Desember Ini
Retno mengungkapkan, Kementerian Kesehatan telah melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat. Misalnya saja mengadakan pertemuan dengan dokter, perawat, dan ahli gizi dari 25 Puskesmas di Kota Bogor untuk membahas cara mencegah pradiabetes.
Selain kegiatan rapat, kegiatan pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa juga dilakukan melalui kegiatan deteksi dini dan surveilans. Pelayanan kesehatan berkala bagi seluruh ASN di Kota Bogor.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.