Berbicara dengan Empati agar Tidak Menyakiti Penderita Gangguan Mental

Gangguan Mental

Milenianews.com – Gangguan kesehatan mental adalah kondisi serius yang membutuhkan pemahaman dan dukungan. Namun, sering kali niat baik kita dalam memberikan semangat justru bisa berdampak buruk jika kita menyampaikannya dengan cara yang kurang tepat. Menurut Hello Sehat, komunikasi yang kurang sensitif dapat membuat seseorang merasa tidak dipahami atau bahkan semakin terpuruk. Oleh karena itu, kita sebaiknya menghindari beberapa ungkapan saat berbicara dengan mereka.

Mengapa Ungkapan Tertentu Bisa Berdampak Buruk?

Beberapa kalimat yang umum digunakan untuk menyemangati justru dapat memperburuk keadaan karena membuat penderita merasa dihakimi atau tidak valid dalam perasaannya. Misalnya:

1. “Jangan merasa paling menderita.”

Kalimat ini bisa membuat seseorang merasa bahwa penderitaannya dianggap sepele. Sebaiknya, dengarkan mereka tanpa menghakimi dan tunjukkan kepedulian.

Baca juga: Dampak Psikologis Media Sosial: Ancaman bagi Kesehatan Mental Pengguna

2. “Kamu kurang bersyukur.”

Gangguan mental bukanlah tanda kurangnya rasa syukur, melainkan kondisi medis yang membutuhkan pemahaman.

3. “Positive thinking saja.”

Meskipun berpikir positif itu baik, kita tidak bisa menyelesaikan gangguan kesehatan mental hanya dengan itu. Kita lebih membutuhkan dukungan nyata.

4. “Semangat!”

Kata ini sering terdengar kosong bagi mereka yang sedang berjuang. Lebih baik tanyakan apa yang bisa dilakukan untuk membantu.

5. “Sama, aku juga pernah depresi gara-gara…”

Membandingkan pengalaman pribadi dengan mereka bisa membuat mereka merasa diabaikan karena setiap orang memiliki perjuangan yang berbeda.

6. “Kamu tidak terlihat depresi.”

Gangguan mental tidak selalu terlihat dari luar. Kalimat ini bisa membuat mereka merasa diragukan dan enggan berbicara lebih lanjut.

7. “Keluar rumah dan coba hal baru, pasti membaik.”

Meskipun aktivitas bisa membantu, setiap orang memiliki cara pemulihan yang berbeda. Jangan menggurui, tetapi tanyakan apa yang membuat mereka merasa lebih baik.

8. “Itu cuma pikiranmu saja.”

Mengatakan ini seolah-olah menganggap remeh perjuangan mereka. Lebih baik validasi perasaan mereka dan tawarkan dukungan.

9. “Mungkin kamu kurang dekat dengan Tuhan.”

Meskipun niatnya baik, mengaitkan gangguan mental dengan spiritualitas bisa membuat mereka merasa semakin bersalah.

Baca juga: Fakta di Balik Hubungan Olahraga dan Kesehatan Mental

10. “Semua akan baik-baik saja.”

Kalimat ini bisa terasa mengabaikan kenyataan yang mereka hadapi. Lebih baik tunjukkan bahwa Anda ada untuk mereka dan siap mendengarkan.

Sebagai gantinya, cobalah menjadi pendengar yang baik dan berikan dukungan nyata. Tanyakan bagaimana perasaan mereka dan apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu. Jika diperlukan, dorong mereka untuk mencari bantuan profesional tanpa memaksa. Kehadiran dan empati Anda bisa sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi gangguan kesehatan mental.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *