Milenianews.com – Dunia olahraga sekarang bukan cuma soal lari kencang atau angkat beban paling berat. Ada banyak strategi di balik layar yang bikin atlet tetap kuat tanpa tumbang. Salah satu yang paham banget soal ini adalah Maria Lestari, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga yang hobi gabungin pengetahuan medis dengan latihan fisik ekstrem. Dalam obrolannya bareng Dr. Tirta, ia ngasih banyak insight yang relatable banget buat pelari, atlet rekreasional, sampai yang baru mulai hidup sehat.
Cara Maria jelasin konsep olahraga itu simple tapi nancep. Intinya, tubuh manusia tuh kayak sistem yang harus diperlakukan dengan strategi, bukan sekadar dipaksa kerja nonstop. Makanya, ia banyak bahas soal manajemen beban latihan, pemulihan yang bener, sampai mental training biar olahraga nggak cuma capek doang, tapi juga terarah.
Baca juga: Benarkah Lari Bisa Mempercepat Penuaan? Fakta dan Cara Melakukannya dengan Sehat
Menurut Maria, salah satu kunci biar olahraga tetap aman adalah paham cara ngatur beban latihan. Namanya load management. Ini semacam “rem dan gas” yang harus seimbang supaya tubuh tetap adaptif. Beban latihan juga nggak bisa disamain ke semua orang. Setiap individu punya kapasitas dan ritme masing-masing.
Di sinilah periodisasi latihan berperan. Tubuh punya fase-fasenya sendiri, dan kalau fase ini dipetakan dengan benar, performa bakal meningkat tanpa bikin badan kelelahan parah. Semacam ngerakit puzzle kalau semuanya pas, hasilnya jauh lebih optimal.
Pemulihan itu fondasi, bukan bonus
Banyak orang terlalu fokus latihan keras, padahal pemulihan adalah bagian paling penting dari semuanya. Maria sering ngingetin bahwa istirahat, tidur cukup, dan nutrisi itu bukan opsi tambahan, tapi pondasi. Tubuh yang terus dipaksa kerja tanpa dikasih waktu pulih malah gampang rusak.
Ia juga menyoroti pentingnya mencukupi kebutuhan protein buat bantu perbaikan otot. Terus, kalau udah terlalu capek, jangan heran kalau malah susah tidur. Itu sinyal tubuh kalau beban latihan lagi nggak seimbang. Buat pelari jarak jauh, menjaga hidrasi juga krusial. Minum berkala selama latihan panjang bisa bantu tubuh tetap stabil sepanjang perjalanan.
Mental training itu penting, apalagi buat atlet rekreasional
Banyak yang nggak sadar kalau tekanan mental atlet rekreasional justru lebih tinggi. Latihan sambil tetap kerja, punya kegiatan lain, dan harus jaga performa bisa bikin stres dan burnout. Teknik visualisasi jadi salah satu cara simpel tapi efektif buat nenangin pikiran sebelum lomba. Dengan bayangin situasi ideal, pikiran jadi lebih siap dan nggak mudah panik.
Soal suplemen, Maria memberi gambaran bahwa beberapa jenis seperti kreatin bisa bantu simpan energi otot kalau dikonsumsi rutin. Ada juga magnesium yang bisa bantu tidur lebih nyenyak kalau diminum di waktu yang tepat. Tapi, seperti biasa, semua kembali ke kebutuhan masing-masing nggak bisa asal ikut-ikutan.
Latihan kekuatan itu wajib, nggak bisa ditawar
Buat pelari yang cuma fokus lari dan ogah latihan kekuatan, Maria kasih reminder penting: latihan kekuatan itu wajib. Otot kuat bikin tubuh lebih stabil, langkah lebih efisien, dan risiko cedera jauh lebih kecil. Dalam lari jarak jauh pun, otot yang kuat bikin tubuh lebih tahan terhadap kram dan kelelahan tiba-tiba.
Baca juga: Kegunaan Plat Karbon pada Sepatu Lari, Bukan Hanya untuk Adu Gengsi!
Lewat pemikirannya, Maria Lestari menunjukkan bahwa olahraga yang sehat itu nggak cukup cuma tentang pushing harder. Ada strategi, ritme, dan manajemen tubuh yang perlu diperhatiin. Ketika beban latihan, pemulihan, mental training, nutrisi, dan latihan kekuatan berjalan bareng, hasilnya bukan cuma performa yang naik, tapi juga perjalanan olahraga yang lebih aman dan berkelanjutan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













