Humble Bragging, Budaya Pamer Ala Generasi Milenial

Humble Bragging, Budaya Pamer Ala Generasi Milenial
Source : YouTube

Milenianews.com – Seseorang yang memiliki hobi pamer memang menyebalkan. Akan tetapi tahukan sobat milenia bahwa terdapat budaya yang lebih menyebalkan dari pamer? Ya, Humble Bragging.

Budaya humble bragging ini merupakan cara seseorang untuk pamer dengan merendahkan diri sendiri. Budaya ini sudah mulai menjamur di media sosial khususnya instagram, menurut studi dari Harvard Business School. Seseorang yang melakukan budaya tersebut tak ingin pamer secara terang-terangan. Sehingga kerap mendapat istilah “pamer terselubung.”

Budaya ini mulai marak jadi perbincangan belakangan ini, terutama dengan kemunculan Indra Kenz dengan slogan “Murah banget”.

Cara mengenali seseorang yang bersifat humble bragging cukup mudah, yaitu senang mengatakan kalimat secara berulang-ulang tetapi pembawaannya rendah diri. Contohnya “aku semalam tidak belajar tapi nilai ulanganku 95” atau “aku tidak menggunakan skincare tetapi mukaku mulus-mulus saja tuh.” Apakah sobat milenia termasuk di dalamnya??

Baca Juga : Mengenal Hustle Culture, Budaya Gila Kerja Yang Diminati Anak Muda

Salah satu alasan mengapa generasi milenial melakukan humble bragging adalah butuh pengakuan dari orang lain. Tidak bisa kita pungkiri, saat memasuki fase remaja menuju dewasa ini kerap kali terjadi. Banyak dari kita yang membutuhkan “panggung” supaya menjadi pusat perhatian orang lain.

Sederhananya, seseorang ingin mendapat pengakuan dan pujian dengan cara merendah namun memiliki maksud untuk memamerkan apa yang ia miliki. 

Kategori Humble Bragging

Berkaitan dengan gaya hidup yang menjadi budaya di kalangan milenial, humble bragging terbagi menjadi 2 jenis.

1. Self Deprecating Humble Brag

Jenis ini biasanya terlihat dari cara seseorang menjelek-jelekan diri sendiri namun bermaksud untuk pamer. Contohnya “Tadi aku dicegat sama satpam, katanya anak sekolah ga boleh masuk. Padahal aku udah 26 tahun ya.”

2. Merendah Untuk Meroket

Untuk jenis ini paling sering terjadi di generasi milenial. Seseorang akan berusaha merendahkan dirinya padahal ingin menunjukkan kemampuan yang ia miliki. Contohnya “wah aku ngga nyangka lolos di PTN top 5, padahal aku ngga belajar sama sekali.”

Baca Juga : “Hustle Culture” Penyumbang Stres Kerja Bagi Generasi Milenial

Apakah Budaya Ini Baik?? 

Untuk sobat milenia ketahui, dalam praktiknya, humble bragging memiliki dampak yang lebih parah dari pamer secara terang-terangan. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan orang lain akan risih dan muak dengan cara tersebut. Sehingga yang terjadi bukannya mendapat perhatian tetapi malah mendapat kebencian orang lain. 

Jika sobat milenia memiliki teman yang hobi humble bragging, cukup tanggapi seperlunya saja. Atau bahkan kalian bisa abaikan dan tidak perlu memberi tanggapan. Karena mereka menginginkan perhatian dari orang lain, ketika tidak mendapatkan perhatian. Mereka akan kesal dan menghentikan perbuatannya tersebut. (Reporter 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *