Milenianews.com, Jakarta – Perempuan bisa mencegah penyakit organ reproduksi dengan melakukan Pap Smear. Selain melakukan vaksin, tindakan ini juga mampu mendeteksi penyakit kista, miom, hingga kanker serviks.
Namun, masih banyak perempuan yang belum mengetahui apa itu pap smear dan manfaatnya. Berikut penjelasannya.
Baca juga: Jarang Diketahui! Berikut Manfaat Jamur Cordyceps untuk Kesehatan
Apa itu Pap Smear?

Pap smear merupakan serangkaian prosedur pemeriksaan kesehatan untuk menjaga kesehatan reproduksi perempuan. Melansir dari Mayo Clinic, tindakan ini merupakan tes kesehatan yang bertujuan untuk menguji adanya kanker serviks atau mulut rahim dan sel-sel yang abnormal pada perempuan sejak dini.
Tes kesehatan yang satu ini penting untuk menyaring kanker serviks yang umumnya karena infeksi human papilloma virus (HPV).
Melakukan tes ini sedini mungkin, mampu mendeteksi adanya kanker serviks. Maka dari itu, selain mampu menemukan penyakit lebih awal, tindakan ini juga bisa membantu langkah pengobatan yang tepat.
Selain itu, tes ini juga bisa menjadi langkah untuk menghentikan kemungkinan berkembangnya kanker serviks di masa mendatang.
Melansir dari beautynesia, melakukan pemeriksaan ini biasanya bersamaan dengan pemeriksaan panggul ginekologi. Kemudian pada perempuan yang berusia lebih dari 30 tahun, pemeriksaan dapat bersamaan dengan tes human papilloma virus (HPV), yaitu infeksi menular seksual umum yang bisa jadi penyebab kanker serviks.
Mendeteksi penyakit menular seksual
Manfaat utama dari melakukan pemeriksaan pap smear adalah untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit menular seksual (PMS). Beberapa jenis PMS yang umumnya terjadi yaitu herpes, klamidia, sifilis, hingga HIV/AIDS.
Mendeteksi kanker serviks
Melakukan pap smear juga bermanfaat untuk mendeteksi adanya kanker serviks atau mulut rahim pada perempuan. Melansir dari detik.com, kanker serviks juga bisa tertular dari riwayat keluarga, riwayat keputihan berulang hingga gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok.
Mendeteksi penyakit genetik janin
Melansir dari CNN Indonesia, melakukan pap smear juga dapat mendeteksi kemungkinan adanya penyakit genetik pada janin, seperti thalassemia dan anemia sel sabit.
Prosedur yang dilakukan
Melansir dari Medical News Today, tindakannya yaitu mengumpulkan sel-sel leher rahim dari bagian bawah rahim perempuan. Caranya, dengan memasukkan alat bernama speculum pada lubang vagina perempuan.
Kemudian, sampel sel-sel tersebut melewati pengamatan mikroskop. Tes ini sendiri memiliki dua jenis metode, Pap Konvensional dan Sitologi Serviks Berbasis Cairan (SSBC).
Melansir dari CNN Indonesia, memeriksa menggunakan metode SSBC akan lebih akurat. Hal itu karena sampel lendir serviks dimasukkan ke dalam cairan khusus untuk memisahkan sel atau faktor pengganggu lainnya.
Baca juga; Tips Menjaga Kesehatan di Tengah Cuaca Tidak Menentu
Waktu yang tepat
Melansir dari Mayo Clinic, melakukan pap smear umumnya dimulai pada usia 21 tahun. Tindakan tersebut dapat dilakukan setiap tiga tahun sekali untuk perempuan usia 21 hingga 65 tahun.
Selain itu, perempuan yang berusia 30 tahun ke atas pun juga dapat melakukan ini setiap lima tahun sekali dan bisa menggabungkan dengan tes HPV.
Jika hendak melakukan pap smear, sebaiknya hindari ketika sedang mengalami periode menstruasi, karena kondisi tersebut dapat mempengaruhi hasil tesnya.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.