Budaya  

Budaya Jepang Yang Jarang Orang Ketahui

Budaya Jepang Yang Jarang Orang Ketahui
Gunung Fuji sebagai Ikon identik negara jepang

Milenianews.com – Bicara tentang jepang, banyak yang bisa kita bahas dan selalu menjadi pembahasan yang menarik. Selain tontonan yang menyuguhkan Anime atau serta makanannya yang populer, banyak hal menarik dari Jepang. Salah satunya budaya di Jepang yang mungkin masih belum banyak orang ketahui sebelumnya.

Tidak bisa kita pungkiri juga, sejak masuk ke Indonesi, Jepang juga banyak megajarkan banyak hal-hal baru pada rakyat Indonesia, serta membawa beberapa budaya mereka.

Berikut ini infomasi mengenai budaya Jepang yang jarang orang ketahui, namun tidak jarang kita melaksanakan budaya yang kita serap tersebut.

Budaya Jepang Yang Jarang Orang Ketahui

1. Geisha: Seniman – Penghibur Di Jepang

Budaya Jepang Yang Jarang Orang Ketahui
Ilustrasi-Geisha

Geisha adalah salah satu dari banyaknya  budaya Jepang yang terkenal. Beberapa orang yang baru mengenal geisha terkadang menganggap geisha sebagai “makhluk misterius”.

Bahkan terkadang Geishaa menjadi bagian dari budaya dan profesi tradisional Jepang yang sering di salah pahami.

Dalam bahasa Jepang, geisha berarti “orang seni” atau orang yang ahli dalam seni tradisional Jepang seperti tarian, lagu, musik atau upacara minum teh.

Baca juga: Ohitorisama, Budaya Single di Jepang

Geisha ada sejak abad ke-18 dan ke-19 dan masih sangat populer. Pada awalnya geisha dimainkan oleh laki-laki, namun beberapa laki-laki yang mempraktikkan budaya tradisional ini cenderung menurun hingga akhirnya perempuan menggantikan peran mereka.

Hingga saat ini, geisha masih menjadi daya tarik yang cukup besar di Jepang sendiri, bahkan di kalangan wisatawan mancanegara.

Namun wisatawan yang ingin melihat budaya Jepang ini perlu mengetahui beberapa tempat khusus khususnya di Kyoto untuk menemukan geisha.

2. Sadou: Upacara Minum Teh

Ilustrasi-Upacara-Minum-Teh-niindo
Ilustrasi-Upacara-Minum-Teh-niindo

Sadou atau Upacara Minum Teh memiliki tata cara pelaksanaannya. Tuan rumah harus melakukan persiapan seperti B. menata ruangan, mendekorasi, menyiapkan peralatan Sado dan sejenisnya

Ada dua jenis upacara minum teh atau Sadou yaitu Ochakai dan Chaji.

Ochakai adalah upacara minum teh yang tidak terlalu formal karena masyarakat Jepang biasanya mengundang teman dan kerabatnya untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Chaji juga merupakan upacara minum teh yang bersifat formal dan sangat sakral, bahkan bisa memakan waktu lebih dari 4 jam.

Upacara minum teh aslinya berasal dari agama Buddha (Zen) yang diperkenalkan oleh orang Tionghoa pada abad ke-6. Kemudian,
Akhirnya pada abad ke-16, upacara minum teh terus menyebar ke seluruh masyarakat Jepang dan menjadi budaya yang ada di Jepang saat ini.

Toh, upacara minum teh Sadou yang sudah menjadi budaya Jepang ini memiliki banyak makna dalam kehidupan, seperti saling menghargai dan menghormati antara tuan rumah dan tamu.

Baca juga : Sejarah Penggunaan Sandal dalam Ruangan di Jepang

3. Matsuri: Festival

lustrasi-Matsuri-tokyocheapo-768x450
lustrasi-Matsuri-tokyocheapo-768×450

Matsuri adalah salah satu jenis festival budaya di Jepang yang di adakan pada musim semi atau musim panas.

Matsuri ini dikaitkan dengan festival kuil, yaitu kuil Buddha dan kuil Shinto. Padahal, matsuri sendiri merupakan acara doa. Itu hanya tidak fokus pada turis yang masuk

Matsuri sendiri berasal dari kata matsuru yang artinya pemujaan atau pemujaan. Matsuri berarti kultus atau kultus Kami.

Dalam ajaran agama Shinto, matsuri memiliki empat unsur yaitu harai atau penyucian, pengorbanan, norito atau pembacaan doa dan perayaan.

Tujuan diadakannya matsuri ini adalah sebagai bentuk doa agar panen sejahtera, usaha lancar, sembuh dari sakit, dan sebagainya.

Matsuri sendiri diadakan di berbagai lokasi di Jepang. Meskipun matsur biasanya diadakan di pura, ada juga matsur di gereja dan/atau tanpa aspek keagamaan.

Baca juga : Indonesia Buka Peluang Penempatan PMI Sektor Wisata di Jepang

4. 0rigami: Seni Melipat Kertas

Mengasah Kreativitas dengan Seni Origami

Origami terdiri dari kata ori, yang berarti “melipat”, dan gami, yang berarti “kertas”. Kertas atau kain persegi juga digunakan sebagai bahan, yang kemudian dilipat menyerupai benda atau binatang tertentu.

Origami sudah ada sejak kertas pertama kali digunakan di China sekitar tahun 105 Masehi. pada abad pertama. Oleh Tsai Lun. Di Jepang sendiri, origami kemungkinan sudah ada sejak zaman Heian sekitar tahun 741-1191.

Origami awalnya  berfungsi untuk menutupi botol arak beras atau botol sake saat upacara pemujaan baik untuk wanita maupun anak-anak. Pada tahun 1880, bentuk budaya seni ini lebih dikenal orang Jepang seperti origami.

5. Hanabi: Festival Kembang Api

Festival Kembang Api
Festival Kembang Api

Hanabi adalah salah satu budaya Jepang yang paling terkenal di kalangan masyarakat Jepang.

Hanabi adalah percikan dan merepresentasikan keindahan kembang api sebagai bagian dari budaya Jepang yang telah lama menjadi budaya yang masyarakat Jepang cintai.

Pada tahun 1733, Festival Hanabi terselenggara untuk umum guna menghibur dan menenangkan arwah yang meninggal karena kemiskinan pada tahun sebelumnya.

Festi Hanabi menjadi sebagai tempat menikmati keindahan kembang api. Setiap wilayah di Jepang memiliki jadwal tersendiri dalam penyelenggaraan Hanabi Festival.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *