Belajar Bahasa Gaul Jaksel dari Akun @podcastkeselaje

Bahasa Jaksel

Milenianews.com – Bahasa tak hanya sebagai media berkomunikasi antar manusia, tetapi juga produk budaya yang berkembang. 

Oleh karena itu, bahasa yang digunakan sekelompok manusia dengan manusia lain pasti berbeda. 

Baca Juga : Penggunaan Bahasa “Jaksel” Tingkatkan Prestasi Akademik Siswa

Indonesia sebagai negara dengan ragam kebudayaan, memiliki 718 bahasa daerah, dan satu bahasa nasional.

Namun, terdapat pula bahasa gaul yang digunakan dalam keseharian anak mudanya. Bahasa gaul, terus berkembang mengikuti perkembangan zaman, mulai dari “lo gue” hingga bahasa Jaksel “which is”

Bahasa Jaksel booming mulai dari tahun 2018, karena menyampurkan bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia. Kata-kata yang viral seperti “which is, literally, prefer.”

Saat ini, bahasa Jaksel berkembang pesat. Bukan hanya media berkomunikasi, tetapi bagian dari gaya hidup serta mentalitas anak muda, seperti yang dikatakan akun @podcastkeselaje

“Penggunaan bahasa Jaksel bukan soal geografis tapi mentalitas,” ujar Oza Rangkuti, sosok dibalik akun @podcastkeselaje

Akun @podcastkeselaje, sering membuat konten baik di TikTok maupun Youtube mengenai bahasa Jaksel. Tiap videonya membahas topik yang berbeda-beda.

Seperti konten mengenai work life balance, pertemananan, healing, mental issue, hingga hubungan asmara. 

Salah satu video yang viral adalah “Kamus bahasa Jaksel” di TikTok dan Youtube. 

“Suudzon namanya trust issue, emosi yang tidak stabil namanya bipolar atau mood swing, walaupun hasil diagnosa sendiri atau Google. Ngobrol malam-malam di atas 2 jam itu deep talk. Telponan sama pacar tetap dinyalain walaupun pacar udah tidur, dulu namanya cuma norak atau boros pulsa, sekarang sleepy call.”

Sobat milenia pasti sering mendengar bahkan mengucapkan istilah tadi, atau mungkin sering menggunakan kata TBL (Takut Banget Loh) KBL (Kaget Banget Loh). 

Pada akhirnya, ucapan @podcastkeselaje mengenai bahasa Jaksel adalah mentalitas merupakan hal valid.

Karena banyak anak muda di luar Jaksel yang menggunakan istilah serta kata populer tersebut, namun terdapat satu pesan yang ingin @podcastkeselaje sampaikan.

Baca Juga : Setelah Istilah FOMO, Muncul Istilah FOGO dan FONO, Apa Itu?

Oza resah melihat orang yang mudah self diagnosis mengenai kesehatan mental. Oleh karena itu, ia sering menyindir melalui akun @podcastkeselaje dengan pembawaan yang santai dan mengikuti tren. 

Setelah membaca artikel di atas, apakah sobat milenia termasuk pengguna bahasa Jaksel? Atau hanya mengikuti tren semata?(Reporter 2) 

 

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *