Milenianews.com – Diet memang nggak pernah sepi pembahasan, apalagi di era media sosial. Tiap hari selalu ada tren baru, tips viral, sampai “aturan sakti” yang katanya bisa bikin berat badan turun cepat. Sayangnya, nggak semua informasi itu benar dan sesuai ilmu gizi. Biar kamu nggak gampang kejebak mitos, yuk pahami mana yang fakta dan mana yang cuma asumsi populer.
Baca juga: Telur untuk Diet: Kapan Waktu Paling Ideal Mengonsumsinya
Mutos diet populer yang sepenuhnya tidak benar
Melansir dari National Institutes of Health (NIH) dan Harvard T.H. Chan School of Public Health, penting banget buat memilah informasi diet yang benar-benar didukung bukti ilmiah, bukan sekadar klaim yang ramai di linimasa.
1. Diet rendah karbohidrat selalu lebih efektif turunkan berat badan
Banyak yang mengira kalau karbohidrat dihapus total dari menu, berat badan pasti langsung turun. Padahal, kenyataannya nggak sesederhana itu. Penurunan berat badan tetap ditentukan oleh pola makan secara keseluruhan dan total kalori yang masuk.
Faktanya, melansir dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, diet rendah karbohidrat memang bisa membantu menurunkan berat badan dalam jangka pendek. Namun, untuk jangka panjang, hasilnya nggak selalu lebih baik dibanding pola makan seimbang dengan kalori terkontrol.
2. Makan larut malam pasti bikin gemuk
Makan malam sering banget jadi kambing hitam naiknya angka timbangan. Padahal, yang lebih berpengaruh itu bukan jam makannya, tapi apa dan seberapa banyak yang kamu makan.
Melansir dari Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, kenaikan berat badan lebih dipengaruhi oleh total energi harian dan kualitas makanan, bukan sekadar makan lewat jam tertentu.
3. Diet detox ampuh membersihkan racun dan turunkan berat badan
Minuman atau program detox sering diklaim bisa “membersihkan racun” dari tubuh. Kedengarannya menarik, tapi tubuh kita sebenarnya sudah punya sistem detoks alami lewat hati dan ginjal.
Melansir dari American Council on Science and Health, diet detox belum punya bukti ilmiah kuat soal efektivitasnya. Bahkan, kalau dilakukan secara ekstrem, justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
4. Semua lemak itu jahat dan harus dihindari
Label “lemak bikin gemuk” masih sering bikin orang takut makan makanan berlemak. Padahal, nggak semua lemak itu musuh. Lemak sehat seperti omega-3 dan lemak tak jenuh justru penting buat tubuh.
Melansir dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, lemak sehat membantu penyerapan vitamin, menjaga kesehatan jantung, dan bikin rasa kenyang bertahan lebih lama.
Baca juga: Apa Itu Diet Kolagen? Simak Manfaat dan Cara Aman Meningkatkan Kolagen Tubuh
5. Diet ekstrem adalah jalan pintas paling ampuh
Diet super ketat memang kelihatan menjanjikan hasil cepat. Tapi sering kali, cara ini nggak bertahan lama dan malah bikin tubuh “kaget”.
Melansir dari National Institutes of Health, pendekatan yang lebih aman dan efektif justru datang dari perubahan gaya hidup secara bertahap. Hasilnya mungkin nggak instan, tapi lebih stabil dan ramah buat tubuh dalam jangka panjang.
Intinya, diet sehat bukan soal ikut tren atau menahan diri secara ekstrem. Yang paling penting adalah konsistensi, keseimbangan, dan memahami kebutuhan tubuh sendiri.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













