IDI Berkabung, Tercatat 100 Dokter Meninggal Dunia karena Covid-19

IDI Berkabung, Tercatat 100 Dokter Meninggal COVID
Foto: Ilustrasi IDI Berkabung

Milenianews.com-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berkabung dengan mencatat 100 dokter meninggal dunia karena terpapar COVID-19. Sejak pandemi melanda Indonesia sejak Maret hingga sekarang. Selama enam bulan, IDI melaporkan sudah 100 orang dokter meninggal akibat COVID-19.

Sementara itu, kasus COVID-19 terus bertambah dari hari ke hari. Banyak zona merah kembali diumumkan oleh pemerintah setempat. Dan yang terbaru IDI mengabarkan sudah 100 orang dokter gugur dalam perjuangan melawan COVID-19.

Indonesia mengheningkan cipta dan berduka sedalamnya karena para Pahlawan di gugus terdepan telah banyak yang gugur. Indonesia tengah berkabung karena banyak dokter meninggal akibat terinfeksi virus corona.

Baca juga: Depok akan Berlakukan Jam Malam mulai Senin ini

IDI Berduka

IDI menyampaikan kabar duka melalui akun Twitter resmi IDI, @PBIDI pada Senin (31/08).

Ketua Umum Pengurus Besar IDI, dr Daeng M Faqih menyampaikan duka yang mendalam atas gugurnya 100 orang dokter rekan sejawatnya. Ia pun mengucapkan duka terdalam untuk petugas kesehatan lainnya yang telah gugur karena terpapar virus Corona.

“Rekan sejawat yang  telah gugur dalam sebuah perjuangan melawan virus Corona sudah genap 100 orang, demikian halnya para petugas kesehatan lainnya terus bertambah,” ujar Daeng Faqih.

Baca juga: Happy hypoxia, Gejala Baru COVID-19

Daeng berharap agar perjuangan para dokter yang telah gugur demi melawan virus Corona itu dapat menjadi inspirasi dan teladan semua pihak agar tetap berkomitmen menjalankan pengabdian demi kemanusiaan.

Sementara itu, dr Halik Malik, Humas PB IDI mengungkapkan terkait dengan meninggalnya 100 orang dokter, Satgas COVID-19 PB IDI sudah membentuk tim khusus.

Tim ini akan bertugas mengaudit dan menginvestigasi persoalan dokter yang terpapar dan para dokter yang meninggal dunia akibat COVID-19.

“Ada yang secara khusus melakukan langkah pencegahan dan mitigasi,” ungkapnya.

 Dengan peristiwa ini, tentunya menjadi duka bersama bagi Indonesia. Marilah bersama berdoa agar kawan-kawan sejawat yang berada di garda terdepan senantiasa sehat dan keluarganya pun diberikan kesabaran dan ketabahan menghadapi ujian bersama ini. (Umi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *