Apa Itu Personal Branding?

Apa itu personal branding ?

Pak Wahyu saya berdiskusi dengan teman, tentang kami bersiap untuk terjun menjadi pebisnis. Dalam diskusi itu kami berdiskusi juga tentang pemasaran diri (personal branding). Kami sempat berdiskusi cukup panjang dan ingin tahu lebih banyak dari pak wahyu tentang personal branding.

Diasuh oleh : Dr. Ir. H. Wahyu Indra Sakti Saidi, Msc

Ngobrol Bisnis Personal branding sebagai langkah untuk memasarkan “diri”. Pemasaran diri itu penting untuk membentuk cara orang melihat diri kita. Persepsi orang terhadap kita dengan cara pandang yang sesuai keinginan kita, akan mempermudah kita juga dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Personal branding itu adalah tentang membangun citra diri yang baik, dari sudut pandang orang lain. Kemudian menonjolkan kekuatan, kemampuan kita termasuk penampilan fisik, energic, agar orang mempunyai pandangan positif terhadap kita. Dan merasa optimis bisa menularkan sesuatu yang baik jika berhubungan dengan kita.

Baca juga : Kenapa Anak Muda Kurang Berminat Masuk ke Bisnis Ritel Tradisional?

Untuk membangun personal branding itu sendiri, pertama kita harus mengenali diri kita sendiri seperti apa. Baik itu dari sisi kemampuan fisik, kemampuan otak maupun pengetahuan-pengetahuan yang kita miliki lainnya. Dari itu semua, maka kita pilih apa yang ingin kita tonjolkan.

Setelah kita mengetahui tentang diri kita dan apa yang ingin kita tonjolkan, barulah kita bisa fokus melatih kekuatan itu.

Misalnya kita ingin menonjolkan bahwa diri kita adalah seorang marketer yang baik. Maka kita fokuskan ke pemasaran tadi, kita harus fokus bahwa kita adalah pemasar yang baik.

Saat kita mampu berkomunikasi dengan baik, kita bisa diterima di banyak kalangan, kita bisa mengetahui kebutuhan-kebutuhan publik atau target audience kita dan mampu mencari solusi terhadap target-target yang ingin kita capai, serta bisa memberi solusi terhadap kebutuhan orang lain.

Personal branding yang ingin dibangun harus fokus dan konsisten secara terus menerus. Jangan berubah-ubah kecuali kalau nanti setelah targetnya tercapai.

Untuk konsisten tadi, maka kita juga perlu membangun jaringan-jaringan, agar apa yang ingin kita pasarkan, apa yang ingin kita persepsikan tentang diri kita, menjadi semakin luas.

Baca juga : Baru Jadi Sarjana, Ingin Berbisnis Gak Mau Kerja, Tapi Keluarga dan Calon Tidak Mendukung, Saya Harus Gimana?

Selain itu, kita perlu juga membaca, melihat hasil riset atau melakukan riset sendiri secara mendalam/sederhana untuk memperkuat citra kita.

Barulah citra kita akan terbentuk, maka kemudian kita bisa memanfaatkan persepsi personal branding ini untuk mulai melakukan pemasaran, meng-endorse produk, membuat konten, menjadi konten kreator, lalu membantu seseorang memasarkan produknya yang sesuai dengan kita. Nah, tahapan pemasaran ini yang nyata jika dilakukan secara terus menerus maka akan mulai menghasilkan uang.

 

Pertanyaan dari Mas Zaenal : Pak Wahyu saya berdiskusi dengan teman, tentang kami bersiap untuk terjun menjadi pebisnis. Dalam diskusi itu kami berdiskusi juga tentang pemasaran diri (personal branding). Kami sempat berdiskusi cukup panjang dan ingin tahu lebih banyak dari pak wahyu tentang personal branding.

Sobat Milenia yang punya pertanyaan terkait bisnis, bisa konsultasikan dengan cara bertanya melalui kolom komentar atau bisa dm melalui instagram kami di @milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *