Google Hentikan Sementara Data Trafik Google Maps di Ukraina

Google Hentikan Sementara Data Trafik Google Maps di Ukraina

Milenianews.com – Google mengonfirmasi telah menonaktifkan sementara beberapa fitur Google Maps yang memberikan informasi langsung tentang kondisi lalu lintas dan beberapa tempat di Ukraina.

Melansir dari laman Reuters (8/3), Google menonaktifkan informasi lalu lintas Google Maps Ukraina. Serta ada banyak informasi keramaian di tempat-tempat seperti toko dan restoran. Hal ini perusahaan lakukan secara global untuk keselamatan komunitas lokal di negara tersebut. Setelah berkonsultasi dengan sumber-sumber seperti otoritas regional.

Baca Juga : Seniman Rusia Membuat Kaligrafi Perdamaian di Atap Pengusaha Ukraina di Bali

Seperti kita ketahui, Ukraina menghadapi serangan dari pasukan Rusia yang menginvasi negara itu. Ketika rudal berjatuhan di kota-kota Ukraina, hampir 400.000 warga sipil terutama wanita dan anak-anak melarikan diri ke negara-negara tetangga. Rusia menyebut tindakannya terhadap Ukraina sebagai “operasi khusus”.

Beberapa raksasa teknologi termasuk Google mengatakan mengambil langkah-langkah baru untuk melindungi keamanan pengguna di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan dari seorang profesor di Institut Studi Internasional Middlebury California, Google Maps membantunya melacak “kemacetan lalu lintas”. Sebenarnya adalah pergerakan Rusia menuju perbatasan beberapa jam sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan serangan itu.

Baca Juga : Apple dan Google Mendapat Denda Akibat Dugaan Komersilkan Data Pengguna

Meski demikian, Google mengatakan informasi lalu lintas langsung Google Maps Ukraina tetap tersedia untuk pengemudi. Dengan menggunakan fitur navigasi di area tersebut masih bisa melihat informasi lalu lintas.

Selain Google, Twitter sebelumnya dilaporkan menghentikan sementara iklan dan rekomendasi di Ukraina maupun Rusia untuk menghindari terjadinya misinformasi. Twitter tidak menunjukkan berapa lama langkah ini akan berlangsung. Akan tetapi, Twitter mengatakan itu adalah bagian dari pekerjaan yang sedang berlangsung untuk menanggapi invasi Rusia ke Ukraina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *