Liga 3 Indonesia Sudah Terapkan VAR, Tapi Low Budget

Var di Liga 3 Indonesia

Milenianews.com, Jakarta – Pertandingan Liga 3 Indonesia yang mempertemukan tim Persikabbar melawan Bandung Barat United pada Senin (17/1) lalu, menjadi viral di kalangan netijen.

Sebab, laga kasta terendah liga sepakbola professional Indonesia tersebut, menerapkan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Baca Juga : 4 Pernyataan Kontroversi Haruna yang Gemparkan Sepakbola Indonesia

Padahal Liga 1 saja sampai sekarang masih belum sama sekali menggunakan teknologi tersebut.

Dalam sebuah video yang berdurasi 1 menit 56 detik, terlihat wasit yang memimpin laga menghampiri layar besar di tepi lapangan untuk memastikan pemain melakukan pelanggaran dengan memanfaatkan teknologi VAR.

Namun, kenyataannya VAR yang digunakan dalam laga tersebut merupakan VAR dengan peralatan seadanya. Berbeda dengan VAR di liga-liga Eropa yang menggunakan peralatan serba canggih.

Ketua Asprov PSSI Jawa Barat, Tommy Apriantono mengonfirmasi kebenaran video viral tersebut. Ia mengatakan, penerapan VAR dalam pertandingan itu untuk meminimalisir kesalahan wasit.

“Betul kita coba penggunaan VAR. Tapi kita jangan bicara VAR Eropa, karena kan tujuan utamanya ke wasit itu, supaya tidak main-main. Kemudian kan wasit kadang salah melihat, ada keputusan menganulir. Nah sekarang dibantu,” ungkap Tommy, mengutip DetikSport pada Rabu (19/1) kemarin.

Meski dengan peralatan seadanya, Tommy mengaku penerapan VAR pada laga Liga 3 Jawa Barat tersebut berjalan cukup baik.

Baca Juga : Bangladesh Batal, Timnas Indonesia Lawan Timor Leste di FIFA Matchday

Ia juga mengatakan, penggunaan VAR dapat meminimalisir kecurigaan publik terkait adanya pengaturan skor pada pertandingan sepak bola di Indonesia. Terlebih, beberapa laga liga Indonesia memang dicurigai telah diatur oleh mafia.

Teknologi VAR sendiri pertama kali diterapkan secara resmi di A-League (Liga Australia) pada 7 April 2017 silam pada laga Melbourne City melawan Adelaide United. Saat ini, VAR sudah menjadi teknologi yang lumrah digunakan oleh liga-liga besar di Eropa.(Ifan Rifani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *