Milenianews.com, Jakarta – Bagaimana jika bank yang dipercaya menyimpan uang rakyat justru membuat tabungan mereka tak bisa dicairkan? Paraguay kini menghadapi kenyataan pahit tersebut. Presiden Santiago Pena mengundurkan diri pada Kamis (5/11), di tengah krisis Bank Ueno dan gelombang demonstrasi di ibu kota Asuncion.
Baca juga: Krom Bank dan Laznas PPPA Daarul Qur’an Hadirkan Bantuan bagi Penyintas Gempa Flores
Dikutip dari Associated Press, Pena mengumumkan pengunduran dirinya melalui X. Ia menyebut keputusan tersebut diambil demi menjaga stabilitas negara dan institusi demokrasi. Namun, langkah itu muncul setelah dukungan partainya melemah dan parlemen mulai membahas kemungkinan pemakzulannya.
Bank Kolaps, Rakyat Kehilangan Kepastian
Bank Ueno, yang berkembang pesat menjadi bank digital besar dalam waktu kurang dari lima tahun, kini kesulitan mencairkan tabungan nasabah dan dana pensiun pemerintah. Sekitar 7.000 karyawan turut terdampak. Krisis ini memicu demonstrasi selama tiga hari.
Hubungan Presiden Jadi Sorotan
Kontroversi semakin besar karena Pena pernah memiliki saham di perusahaan induk Bank Ueno hingga akhir tahun lalu. Publik pun mempertanyakan bagaimana bank tersebut bisa berkembang pesat meski telah mendapat peringatan otoritas keuangan terkait praktik simpan-pinjam yang meragukan.
Baca juga:Â Dunia Dilanda Kemarahan Dan Tingkat Stres Yang Mengkhawatirkan
Pengunduran diri Peña belum otomatis menyelesaikan persoalan. Kongres masih harus menerima atau menolak keputusannya, sementara Wakil Presiden Pedro Alliana berpeluang menggantikannya.
Pada akhirnya, persoalan Paraguay bukan sekadar siapa yang duduk di kursi presiden, melainkan bagaimana nasib tabungan rakyat dan siapa yang harus bertanggung jawab atas runtuhnya Bank Ueno.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.







