Milenianews.com, Temanggung– Dosen Program Studi Akuntansi Syariah Institut SEBI, Dr. Ahmad Baehaqi, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pesantren Tunarungu Abata Indonesia, Temanggung, Jawa Tengah, pada Senin (2/11/2026). Kegiatan ini diwujudkan melalui pendampingan penyusunan laporan keuangan pesantren untuk tahun buku 2025.
Pendampingan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola pesantren dalam melakukan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan secara tertib, transparan, dan akuntabel. Hal ini penting mengingat operasional pesantren didukung oleh sedekah dan donasi masyarakat, bantuan dari berbagai lembaga, serta hasil pengembangan unit usaha.
Dr. Ahmad Baehaqi menyampaikan bahwa penyusunan laporan keuangan merupakan bagian penting dari tata kelola lembaga pendidikan Islam, terutama dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan mendukung keberlanjutan operasional pesantren.

“Pesantren tidak hanya membutuhkan dukungan pendanaan untuk menjalankan kegiatan pendidikan dan pembinaan santri, tetapi juga sistem pengelolaan keuangan yang baik. Melalui pendampingan ini, kami berharap Pesantren Abata dapat menyusun laporan keuangan secara lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, kepercayaan donatur dapat terus terjaga sekaligus mendukung upaya pesantren membangun kemandirian finansial,” ungkap Baehaqi.
Baca Juga : Prodi S1 Akuntansi Syariah IAI SEBI Lakukan Benchmarking Akreditasi Unggul ke UIN Suska Riau
Pesantren Abata merupakan lembaga pendidikan Islam yang secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak penyandang disabilitas sensorik rungu wicara (PDSRW). Pesantren yang didirikan oleh Mukhlisin Nuryanta ini berawal dari pengalamannya mencari lembaga pendidikan agama yang sesuai bagi anaknya yang mengalami hambatan pendengaran.
Dalam kegiatan pendidikannya, Pesantren Abata mengembangkan Metode Abata yang memadukan komunikasi verbal, membaca gerak bibir (lip-reading), dan visualisasi materi melalui visual phonics. Selain pendidikan agama, tahfidz Al-Qur’an, dan kepesantrenan, santri juga memperoleh pendidikan umum serta keterampilan vokasional untuk mendukung kemandirian di masa depan.

Saat ini, Pesantren Abata membina 58 santri putri. Seluruh biaya pendidikan, konsumsi, asrama, pembinaan, dan terapi diberikan secara gratis bagi santri yatim dan dhuafa.
Mukhlisin Nuryanta menjelaskan bahwa Pesantren Abata didirikan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak tunarungu dalam memperoleh pendidikan agama dan membangun masa depan yang lebih baik.
“Kami ingin anak-anak tunarungu juga memiliki kesempatan untuk belajar Al-Qur’an, memahami agama, dan mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak-anak lainnya. Keterbatasan pendengaran tidak boleh menjadi penghalang bagi mereka untuk memperoleh pendidikan. Kami berupaya memberikan seluruh layanan pendidikan dan pembinaan secara gratis, khususnya bagi anak-anak dhuafa,” ungkap Mukhlisin.
Baca Juga : Dosen Akuntansi Syariah IAI SEBI Ikuti Sharing Session IAPI, Perkuat Kompetensi Auditor Syariah
Untuk mendukung keberlanjutan operasional, Pesantren Abata tidak hanya mengandalkan sedekah dan donasi masyarakat serta bantuan berbagai lembaga, termasuk lembaga pengelola zakat, tetapi juga mengembangkan unit-unit usaha sebagai sumber pendanaan alternatif. Beberapa unit usaha tersebut meliputi YouPrint Temanggung di bidang jasa digital printing, Five-O Barbershop di bidang layanan pangkas rambut pria, serta Semesta Abata yang bergerak di bidang ritel melalui minimarket.
Pengembangan unit usaha tersebut menjadi bagian dari upaya pesantren membangun kemandirian ekonomi. Oleh karena itu, pengelolaan dan pelaporan keuangan yang memadai diperlukan untuk memastikan dana sosial dan hasil kegiatan usaha dapat dicatat serta dipertanggungjawabkan dengan baik.
Kegiatan PkM ini merupakan wujud komitmen Program Studi Akuntansi Syariah Institut SEBI dalam mengimplementasikan keilmuan akuntansi untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya lembaga pendidikan dan sosial Islam. Melalui pendampingan ini, Institut SEBI berharap dapat turut memperkuat kapasitas pengelolaan keuangan Pesantren Abata sehingga mampu mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.













