Memperkuat Fitrah Pendidik, SMP dan SMA Bakti Mulya 400 Jakarta Gelar Kajian Islami: “Mengajar dari Hati, Mendidik dengan Ruh”

SMP dan SMA Bakti Mulya (BM) 400 Jakarta  menyelenggarakan agenda Kajian Islami dengan tema "Mengajar dari Hati, Mendidik dengan Ruh"  di Auditorium Ki Hajar Dewantara, SMP Bakti Mulya 400, pada Jumat (30/10/2026). Kajian Islami itu menampilkan  naras umber Ust. Hasan Kamal, B.IRK.  (Foto: Dok BM 400 Jakarta)

Milenianews.com, Jakarta — Dalam upaya meneguhkan kembali komitmen spiritual dan profesionalisme para pendidik, SMP dan SMA Bakti Mulya (BM) 400 Jakarta sukses menyelenggarakan agenda Kajian Islami yang berlangsung penuh khidmat di Auditorium Ki Hajar Dewantara, SMP Bakti Mulya 400, pada Jumat (30/10/2026). Mengangkat tema “Mengajar dari Hati, Mendidik dengan Ruh”, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pengurus Harian YBKSP BM 400, jajaran pimpinan unit SMP dan SMA, serta seluruh dewan guru.

Rangkaian acara yang sarat makna dan kehangatan ini dipandu oleh Hasan, M.Sos. selaku pembawa acara. Pembukaan berjalan lancar dan penuh kekhusyukan, mempersiapkan seluruh pendidik untuk mendalami nilai-nilai keislaman dalam menjalankan tugas mulia mendidik generasi bangsa.

Baca Juga : Sekolah Bakti Mulya 400 Jakarta Resmikan Marketing Lounge

Sesi pemaparan materi menghadirkan Ust. Hasan Kamal, B.IRK. sebagai narasumber utama. Dengan  keilmuannya, ia  membedah hakikat profesi guru yang bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan sebuah panggilan jiwa yang berpusat pada kedalaman ruhani. Ia  memaparkan pilar-pilar utama dalam membangun karakter pendidik sejati melalui pendekatan kesadaran diri dan kedalaman spiritual.

“Pilar pertama menegaskan pentingnya mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain melalui prinsip ma’rifatun nafs dan self-love,” jelas Ust. Hasan Kamal.

Ia menjelaskan, sebelum seorang guru sanggup membagikan energi positif dan kasih sayang kepada anak didik, ia harus terlebih dahulu mengenali hakikat dirinya serta merawat kesehatan jiwanya. “Kesadaran dan penerimaan diri yang utuh menjadi fondasi utama lahirnya kedamaian batin dalam mengajar,” ujarnya.

Pilar berikutnya menekankan pentingnya mencintai setiap proses dan profesi pendidik melalui implementasi the practice of love dan hubb fillah. “Menjalani profesi sebagai pendidik membutuhkan ketulusan untuk mencintai setiap dinamika dan tantangan pembelajaran. Berlandaskan prinsip mencintai karena Allah, setiap lelah, ketabahan, dan ikhtiar mendidik ditransformasikan menjadi bentuk ibadah,” kata Ust. Hasan Kamal.

Baca Juga : Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur Gelar Acara Jumat Berkah di Masjid Jami Sabilurrohim Cileungsi

Pilar selanjutnya menjelaskan pentingnya mencintai murid selayaknya mencintai diri sendiri yang didasari oleh rasa saling menghormati, penguasaan ilmu yang mumpuni, serta hadirnya rasa kasih sayang yang mendalam. “Guru diajak untuk memandang setiap peserta didik dengan kacamata empati, sebagaimana ia mencintai dan menginginkan kebaikan bagi dirinya sendiri,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Kajian Islami ini, keluarga besar SMP dan SMA Bakti Mulya 400 Jakarta diharapkan dapat memetik pemahaman mendalam serta memperluas cakrawala pengetahuan spiritual. Momentum ini tidak hanya menjadi sarana penyejuk jiwa di tengah dinamika dunia pendidikan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam mencetak generasi unggul yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kokoh secara spiritual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *